Peristiwa

Longsor Nganjuk, Kemensos Berikan Santunan Rp 180 Juta untuk 12 Ahli Waris

Mensos Tri Rismaharini menyerahkan bantuan untuk penyintas bencana longsor di Nganjuk

Nganjuk (beritajatim.com) – Untuk membantu penyintas bencana, Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan logistik senilai Rp253.940.300 dan santunan ahli waris untuk 12 jiwa sebesar total Rp180 juta.

Selain itu, juga santunan korban luka 2 orang sebesar Rp10 juta. Sehingga total bantuan Kemensos sebesar Rp443.940.300. Bantuan tersebut diserahkan oleh Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini di lokasi bencana Dusun Selopuro, Desa/Kecamatan Ngetos, Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (16/2/2021). Kehadiran Mensos Risma ke lokasi untuk memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan bantuan sebagaimana mestinya.

Mensos menemui para pengungsi di Gedung SDN 3 Ngetos dan menghibur anak-anak dan pengungsi. Kemudian Risma mengecek kesibukan di dapur umum yang menyiapkan makanan siap saji di Sanggar Senam Salsabila.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Risma menyatakan, kesiapan penanganan korban bencana longsor berjalan baik, termasuk operasional dapur umum yang dikelola Tagana telah menyiapkan kebutuhan makan pengungsi.

Dengan penanganan psikososial, Kemensos juga menyiapkan tenaga berpengalaman dan sudah bekerja sejak awal bencana. “Warga yang menempati lokasi rawan bencana perlu direlokasi. Nanti dikoordinasikan dengan pemerintah Kabupaten Nganjuk,” kata mantan Wali Kota Surabaya ini.

Kemensos memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) kepada anak-anak terdampak bencana di Posko Pengungsian di SDN Ngetos, oleh Satuan Bakti Pekerjaan Sosial dari Balai Rehabilitasi Sosial Anak Membutuhkan Perlindingan Khusus (BRSAMPK) “Antasena” di Magelang.

Hujan Deras dengan intesitas tinggi menerjang Kawasan desa Ngetos Nganjuk, Sejumlah rumah diterjang longsor, 16 orang hilang. Foto Nanang-beritajatim

Selain itu, juga Balai Rehabilitasi Sosial Soeharso di Solo mengerahkan 5 orang Tim media, yang terdiri dari dokter, psikolog dan psikoterapis untuk penanganan korban luka berat. Mereka mendukug tugas-tugas Puskesmas Ngetos bekerja sama dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas.

Untuk diketahui, proses evakuasi yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan telah membuahkan hasil. Dari 21 orang korban, 12 berhasil ditemukan. Dimana, 10 diantaranya dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan dua lainnya dalam keadaan selamat.

Mereka sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara itu, bencana tanah longsor yang terjadi, pada Minggu (14/2/2021) kemarin juga menyebabkan sebanyak 141 orang diungsikan ke Gedung SDN Ngetos 3. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar