Peristiwa

Longsor Juga Tutup Jalur Pertanian di Pacet

Santana SPMAA membersihkan material longsor di Desa Made, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Selain material longsor menutup akses jalan Pacet-Trawas, longsor juga terjadi di beberapa titik di sejumlah desa yang ada di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Seperti di Desa Made, meski tergolong kecil namun material longsor menutup jalan.

Salah satu warga, Pramu (68) mengatakan, tebing setinggi 5 meter dan lebar 12 meter di Desa Made longsor. “Kemarin hujan mulai pukul 14.30 WIB sampai 17.00 WIB. Malam masih gerimis. Kalau longsor sekira pukul 15.00 WIB saat hujan deras,” ungkapnya, Sabtu (8/2/2020).

Masih kata Pramu, ada dua titik dengan tinggi dan lebar yang sama terjadi longsor di jalan yang menghubungkan Dusun Kambengan, Desa Cempoko Limo dengan Desa Pacet. Menurutnya, baru kali ini longsor terjadi di Desa Made.

Sementara itu, Salah satu Santri Tanggap Bencana (Santana) Yayasan Sumber Pendidikan Mental Agama Allah (SPMAA), Muhammad Ali Yusuf mengatakan, di jalur tersebut ada dua titik yang parah, sementara beberapa diantaranya tergolong kecil. “Kejadian setelah jam 3 sore kemarin, hujan deras sehingga menyebabkan longsor,” katanya.

Menurutnya, tidak ada tanaman karena hutan gundul menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya longsor di Desa Made, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto tersebut. Longsor membawa material berupa batu, tanah, pasir, tanaman perkebunan hingga menutup jalur.

“Jalur ini belum ada petugas yang melakukan pembersihan karena fokus di Claket, diperkirakan besok baru bisa dibersihkan sehingga kami turun tangan karena ini akses pertanian warga. Kami dari yayasan SPMAA Lamongan tapi ada cabang di Mojokerto,” ujarnya.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar