Peristiwa

Lokasi Pengajian Banjir, Banser Mojoagung Jombang Gendong Kiai

Seorang anggota Banser Kecamatan Mojoagung sedang menggendong Mbah Bolong agar selamat dari banjir, Kamis (1/4/2021) malam

Jombang (beritajatim.com) – Banser (Barisan Ansor Serbaguna) Kecamatan Mojoagung, Jombang, benar-benar menunjukkan dedikasinya sebagai benteng ulama. Itu dilakukan saat mereka menjaga pengajian di Dusun Pekunden, Desa Kademangan, Mojoagung, Kamis (1/4/2021) malam.

Dalam pengajian umum itu menghadirkan KH Nurhadi atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mbah Bolong, dari Kecamatan Diwek. Namun sejak sore hujan deras mengguyur Kecamatan Mojoagung dan sekitarnya. Akibatnya, Sungai Gunting meluap. Banjir pun menggenang di Dusun Pekunden, termasuk di lokasi pengajian.

Bahkan saat Mbah Bolong datang, banjir belum juga surut. Banser yang sedang siaga di lokasi, langsung mengantar Mbah Bolong. Seorang Banser menggendong kiai muda tersebut. Sedangkan Banser lainnya mengiringi. Banser menerobos genangan air setinggi lutut sembari menggendong Mbah Bolong.

Mereka mengantarkan Kiai Nurhadi ke atas panggung yang sudah disiapkan. Pengajian pun tetap dilakukan di tengah banjir. Tentu saja, video aksi heroik Banser ini viral. Banyak yang memuji Banser Mojoaung yang sudah mendedikasikan untuk menyelamatkan kiai.

Ketua Pengurus Cabang GP Ansor Jombang H Zulfikar Damam Ikhwanto membenarkan bahwa video yang viral tersebut merupakan anak buahnya dari Kecamatan Mojoagung. Dia juga mengatakan bahwa acara tersebut adalah pengajian dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan.

“Alhamdulillah, Banser menunjukkan kapasitasnya sebagai benteng ulama. Kami memberikan apesiasi khusus untuk teman-teman Banser Mojoagung. Kami siap menjaga kiai di manapun dan kapan pun,” kata Gus Antok, sapaan akrab Ketua Ansor Jombang, Jumat (2/4/2021).

Mbah Bolong berceramah di tengah banjir Dusun Pakunden, Mojoagung

Gus Antok mengungkapkan, bagi Ansor dan atau Banser, ulama atau di Jawa disebut kiai, selain sebagai ‘Warotsatul Anbiya’ juga yang merupakan inspirator dan solution maker atas problem sosial keagamaan bahkan kebangsaan.

Sehingga, sebagai santrinya kiai, maka Ansor dan atau Banser mengikuti nasihatnya. Pun menjaga para kiai dimanapun dan kapanpun. Sehingga lekatlah predikat Ansor dan Banser ini sebagai benteng ulama.

“Pada apa yang dilakukan oleh Banser Mojoagung, saya mengapresiasi juga berharap kader Banser Jombang selalu bisa menjadi ‘santri’ nya kiai dengan sepenuh hati. Semoga Allah SWT meridhoi dan melimpahkan keberkahanNya pada kita semua,” pungkas Gus Antok. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar