Peristiwa

Ditinggal Bekerja

Lima Rumah Antik Berbahan Kayu Jati Ludes Terbakar

Tuban (beritajatim.com) – Warga yang tinggal di Desa Kablukan, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban digegerkan dengan terjadinya kebakaran hebat di rumah milik Sujangi (80), warga setempat, Selasa (19/2/2019).

Akibat kejadian itu, rumah antik yang terbuat dari kayu jati ludes hingga rata dengan tanah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu lantaran pemilik rumah sedang bekerja di sawah.

Kebakaran hebat itu menghabiskan lima unit bangunan rumah yang menyatu dengan ukuran 10 meter x 25 meter. Awalnya api diketahui oleh warga muncul dari bagian belakang rumah milik Sujangi.

“Pada saat kejadian rumah itu kosong, pemiliknya sedang bekerja. Kemudian ada saksi yang mengetahui api muncul dari kandang sapi milik korban,” terang Kasat Reskrim Reskrim Polres Tuban AKP Mustijat Priyambodo.

Mengetahui api yang sudah membesar, saksi langsung berteriak meminta tolong. Sejumlah warga langsung berdatangan dan berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

Lantaran terbuat dari kayu jati,  api dengan cepat membesar dan sulit untuk dipadamkan. Bahkan api semakin membesar dan meluas membakar bangunan rumah antik itu hingga tak lagi bisa dipadamkan.

“Warga yang berdatangan berusaha untuk ikut memadamkan api, namun tidak berhasil. Akhirnya api membakar 5 rumah yang menyatu dalan satu bangunan itu,” tambah Kasat Reskrim yang baru menjabat satu bulan lebih di Polres Tuban itu.

Petugas PMK dari Pemkab Tuban yang datang di lokasi langsung melakukan pemadaman sisa-sisa api yang telah menghanguskan rumah kayu tersebut. Selanjutnya, petugas Polres Tuban melakukan olah TKP untuk mencari penyebab kebakaran.

Berdasarkan keterangan, korban telah membuat bediang atau api di kadang sapi untuk mengusir nyamuk. Namun, saat akan pergi ke sawah, korban tidak sempat melihat api bediang itu masih hidup atau mati. “Diduga api dari kandang atau bediang, kemudian membakar sekam di kandang dan membesar hingga merembet ke rumah. Untuk kerugian ditaksir mencapai Rp 200 juta,” pungkasnya. [mut/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar