Peristiwa

Lihat Jarinya Diamputasi, Korban Bullying di Malang Sering Nangis Sendiri

Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata saat melihat kondisi MS korban Bullying. (Humas Polresta Malang Kota)

Malang (beritajatim.com) – MS (13) siswa SMPN 16 Kota Malang menjadi korban perundungan atau bullying oleh tujuh rekan sekolahnya. Akibat perundungan itu dia harus menjalani operasi amputasi pada bagian jari tengah sebelah kanan. Jari itu luka akibat kekerasan yang dia alami di sekolah.

Hasil observasi medis jari tengah MS harus diamputasi. Pada Selasa (4/2/2020) malam dia menjalani operasi itu. Pasca operasi MS sering menangis sendiri saat melihat jari tengahnya tak lagi normal. Keluarga pun tak kuasa menahan kesedihan saat melihat MS tiba-tiba menangis saat melihat jarinya.

“Hasil observasi dokter memang harus diamputasi. Setelah operasi itu, dia kalau lihat jarinya sendiri atau pas jarinya dilihat orang lain itu dia pasti menangis,” kata paman MS, Taufik, Kamis, (6/2/2020).

Taufik mengatakan keluarga hanya bisa menenangkan MS saat mengetahui jari tengahnya diamputasi. Keluarga mencoba menguatkan MS. Taufik mengungkapkan keluarga menyayangkan perundungan yang dilakukan oleh rekan-rekan MS. Sebab, akibat perundungan ini MS harus mengalami cacat fisik.

Hasil pemeriksaan Polresta Malang Kota, tujuh siswa rekan MS mengakui telah melakukan kekerasan atau perundungan ke korban. MS bahkan pernah dibanting ke paving dan dilempar ke pohon. Akibat kekerasan itu, MS menderita luka lebam di bagian punggung, tangan dan kaki.

“Luka lebamnya sekarang¬† mulai membaik. Dia juga sudah nggak mengeluh sakit, karena memang yang dikeluhkan kemarin sakit di bagian jarinya. Dia juga sudah mulai mau ngomong asal tidak menyinggung kasusnya,” tandas Taufik. [luc/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar