Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Libur Lebaran Cari Ikan di Sungai, Bocah di Paron Ngawi Tenggelam dan Meninggal

Warga Desa Teguhan, Paron, Ngawi saat melakukan pencarian pada Muhammad Gilang Putra Ramadhan (5) yang tenggelam di sungai Andong, Rabu (4/5/2022)

Ngawi (beritajatim.com) – Muhammad Gilang Putra Ramadhan (5) dengan Aditya Bisma Wicaksono (8) memilih menghabiskan waktu libur lebaran di sungai sambil mencari ikan di Sungai Andong Desa Teguhan, Paron, Ngawi, Jawa Timur. Namun, naas liburan itu jadi liburan terakhir bagi Gilang karena dia terpeleset, tenggelam dan hanyut pada Rabu (4/5/2022) pukul 15.00.

Aditya yang tahu rekannya tercebur ke sungai pun segera meminta pertolongan kepada warga yang berada di warung sekitar 20 meter dari lokasi. Warga pun segera melakukan pencarian di sungai sedalam tujuh meter tersebut menggunakan alat seadanya. Kejadian itu juga dilaporkan pada polsek setempat.

Warga dan relawan menggunakan alat selam seadanya yang biasa digunakan untuk mencari emas di sungai. Sejumlah warga dan relawan menceburkan diri untuk mencari keberadaan bocah itu. Upaya pencarian cukup terkendala karena air cukup keruh.

Usai sekitar satu setengah jam pencarian oleh warga dan relawan gabungan, Gilang ditemukan meninggal dunia di dasar sungai. Tubuhnya belum kaku dan langsung dievakuasi. Petugas kepolisian pun melakukan visum luar dan hasilnya ada luka lebam di beberapa bagian tubuh Gilang yang diduga luka akibat terpeleset hingga jatuh ke sungai.

”Dari hasil pemeriksaan luar tidak ada tanda kekerasan. Luka tersebut diduga saat terpeleset. Korban ditemukan sekitar dua meter dari lokasi jatuh. Jenazah korban kami evakuasi dan kami bawa ke rumah duka di desa setempat,” kata Kapolsek Paron, AKP Suyitno pada beritajatim.com, Rabu (4/5/2022).

Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memohon agar tidak dilakukan otopsi. Dikuatkan dengan surat permohonan tidak dilakukan otopsi dan surat pernyataan dari pihak keluarga. Selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga utk segera dimakamkan.

Suyitno berpesan kepada seluruh masyarakat agar mengawasi anak-anak yang bermain. Terlebih, untuk lokasi yang berbahaya atau berisiko untuk keselamatan agar dihindari. Dia meminta orang tua agar waspada dan tetap mengawasi anak-anak mereka yang bermain baik di dalam maupun di luar rumah. [fiq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar