Peristiwa

Lewat KKIP, Warga Kediri Raya Aktualisasikan Dukungan untuk Palestina

Kediri (beritajatim.com) – ACT Kediri bersama sejumlah elemen masyarakat Kediri mendeklarasikan KKIPP (Komite Kemanusiaan Internasional Pembebasan Palestina) di Dapur Dhoho. Dihadiri oleh perwakilan PUI (Pergerakan Umat Islam) Kediri, ARMY (Aliansi Relawan Muslim Indonesia), Muslim Berbagi, Majelis Taqlim Istiqomah, media lokal dan berbagai elemen masyarakat lain.

KKIPP dilahirkan sebagai wadah pergerakan civil society yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, baik dari komunitas, masjid, sekolah, korporasi, ataupun lainnya dengan tujuan membebaskan Palestina dari penjajahan Zionis Israel baik di lokal, nasional dan global.

Memberikan kebebasan kepada rakyat Palestina dalam 5 aspek yang meliputi membebaskan dari kelaparan dan kelangkaan pangan, membebaskan dari ancaman kematian dan kurangnya fasilitas kesehatan, membebaskan dari ancaman kehilangan pekerjaan dan lahan pertanian, membebaskan untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak dan membebaskan dari penjajahan.

Fuad Fauzi, Head of Volunteer ACT Kediri menyebutkan bahwa aksi sosial ini penting dilakukan, sebab tindakan Israel kepada masyarakat Palestina sangat tidak manusiawi. Bahkan pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan 1442 Hijriah, tercatat ada sekitar 1.100an serangan udara, 1.000an warga luka-luka, dan sekitar 10.000 bangunan rusak parah.

“KKIPP adalah sebuah upaya nyata di mana kalau kita mengetahui sejarah bangsa kita dulu dibuatlah komite atau panitia untuk merumuskan kemerdekaan. Untuk itulah kita bentuk KKIPP agar seluruh elemen masyarakat dapat saling bergandeng tangan membebaskan Palestina. Harapannya bisa menjadi wadah bersama untuk menggerakan banyak elemen masyarakat hingga ke lapisan paling kecil.”

Usai menyampaikan pernyataan sikap, para peserta menandatangi spanduk sebagai bukti dukungan atas kemerdekaan Palestina. “Mari bersama kita bersatu bebaskan Palestina untuk mewujudkan perdamaian dunia,” tandas Fuad Fauzi.

“Palestina itu sengaja dibuat amburadul agar kita sadar bahwa umat muslim harus bersatu. Usia bukan menjadi pembatas dan penghalang kita untuk melakukan sebuah pergerakan, baik yang muda maupun yang tua tidak ada alasan untuk tidak membela Palestina, untuk itulah KKIPP ini menjadi penting dan harus dideklarasikan,” ungkap Rini, Founder Majelis Taqlim Istiqomah Kediri. [nm/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar