Peristiwa

Ledakan PT Enero Picu Kebakaran Ampas PG Gempolkrep

Petugas berusaha memadamkan kebakaran di tempat ampas awur PG Gempolkrep. [Foto : istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Ledakan dan kebakaran di pabrik bioetanol PT Energi Agro Nusantara (Enero) di Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto memicu terbakarnya ampas awur milik Pabrik Gula (PG) Gempolkrep. Ini lantaran lokasi tempat ampas awur berdekatan dengan lokasi ledakan tangki.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, kebakaran ampas awur terjadi karena  dampak ledakan dan kebakaran di pabrik bioetanol. “Karena pengaruh ledakan serta tiupan angin
api merembet ke lokasi tempat ampas awur PG Gempolkrep,” ungkapnya, Selasa (11/8/2020).

Masih kata Zaini, dua unit mobil Pemadam Kebakaran (PMK) BPBD milik BPBD Mojokerto dan satu unit mobil PMK milik Kota Mojokerto diterjunkan ke lokasi. Meski sempat padam, namun api kembali menyala pada, Senin (10/8/2020) malam. Hingga Selasa pagi, api masih belum berhasil dipadamkan.

“Sekira pukul 20.30 WIB kembali menyalah, petugas yang baru kembali dari proses pemadaman kembali  ke lokasi kejadian khususnya di lokasi PG Gempolkrep. Pukul 03.00 WIB, dini hari masih dalam proses pembasahan dan pemadaman karena api belum dapat  dipadamkan secara sempurna,” katanya.

Hingga Selasa pagi, lanjut Zaini, petugas masih berusaha melakukan pemadaman dan pembasahan di lokasi kebakaran. Petugas cukup kesulitan memadamkan api di tempat ampas awur, ini lantaran ampas tanaman tebu untuk pembuatan gula pasir tersebut harus diurai terlebih dahulu sehingga tidak ada titik api di dalam timbunan ampas.

“Pagi ini, belum padam karena petugas masih kesulitan. Ampas harus diurai agar api di dalam tumpukan ampas bisa dipadamkan. Apalagi kemarin karena tiupan angin menyebabkan api dengan cepat merembet. Sehingga sampai saat ini, belum bisa dihitung luas lahan dan kerugian,” tegasnya. [tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar