Peristiwa

Nasib Tukang Ojek Terminal,

Lebaran Tinggal Menghitung Hari, Penumpang Sepi

Bojonegoro (beritajatim.com) – Tawa dan canda para penyedia jasa ojek sepeda motor dan tukang becak di Terminal Rajekwesi Kabupaten Bojonegoro masih mengembang. Meski di sisi lain, pendapatan mereka untuk menghidupi keluarga menyusut akibat sepinya penumpang.

Jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, yang biasanya banyak penumpang hilir mudik di pemberhentian dan pemberangkatan bus, kali ini berbeda. Di Terminal Rajekwesi Kabupaten Bojonegoro yang biasa mereka pakai sebagai tempat mangkal sepi penumpang.

“Jelang larangan mudik kondisinya malah sepi tidak ada penumpang sama sekali. Apalagi mulai hari ini sampai tanggal 17 dilarang mudik dan bus tidak boleh jalan,” keluh salah seorang ojek pengkolan di Terminal Rajekwesi Kabupaten Bojonegoro, Sugianto, Kamis (6/5/2021).

Kondisi tersebut sehingga membuat dia dan sejumlah ojek lainnya merasa cemas. Selain mereka, dampak larangan mudik juga dirasakan bagi orang-orang yang biasa mencari nafkah dari para penumpang bus di terminal. Mulai dari asongan, warung makan, hingga sopir bus dan angkutan umum.

“Dampaknya keseluruhan di terminal akibat tidak boleh mudik. Pun begitu sama sekali juga tidak ada solusi maupun bantuan dari pemerintah untuk paguyuban tukang becak atau ojek,” ungkapnya.

Pada bulan Ramadan ini, menurut pria asal Desa Tapelan Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro tersebut, pendapatannya mengalami penurunan drastis. Di hari biasa, meski kondisi Pandemi Covid-19, ia mengaku masih mendapat pemasukan sekitar Rp80 ribu sampai Rp100 ribu perhari.

“Seharian ini, dari pagi sampai sore baru ngangkut satu penumpang dan mendapat uang Rp20 ribu,” pungkasnya.

Salah seorang sopir bus jurusan Bojonegoro – Osowilangun Surabaya, Budiono juga mengungkapkan hal yang sama. Sebelum adanya larangan mudik dia biasa menjalankan Bus sebanyak dua kali trayek. Namun, begitu penumpang juga sangat sepi. Bahkan, kemarin dia mengaku hanya mengangkut empat orang penumpang dari Bojonegoro ke Surabaya. [lus/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar