Peristiwa

Lawan Satpol PP, PKL Alun-alun Bojonegoro Buang Dagangan di Jalan

Bojonegoro (beritajatim.com) – Pedagang Kaki Lima (PKL) di seputaran Alun-alun Bojonegoro viral di media sosial Facebook. Hal itu menyusul beberapa unggahan video yang menunjukkan pedagang sedang membuang-buang dagangannya.

Dalam video unggahan tersebut, terlihat aksi pedagang dilakukan di depan beberapa anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Bojonegoro. Makanan yang dibuang terlihat berceceran di jalan. Kejadian itu terjadi pagi tadi, Minggu (7/6/2020).

Hal itu dilakukan sebagai bentuk perlawanan PKL kepada petugas saat lapak dagangannya hendak ditertibkan petugas. Warga yang saat itu melintas kemudian mengabadikan momen tersebut dan diunggah di media sosial.

“Kami rutin melakukan penertiban PKL di Alun-alun dan sekitarnya. Saat hendak kami tertibkan pedagang itu malah membuang-buang dagangannya,” ujar Kepala Satpol PP Pemkab Bojonegoro Arif Nanang kepada┬áberitajatim.com.

Arif menjelaskan, saat itu sekitar pukul 05.00 WIB petugas rutin melakukan penertiban PKL di seputaran kota. Pedagang yang akan ditertibkan itu, kata dia, sudah sering kali diingatkan agar tidak berjualan di bahu jalan dan trotoar. Namun, imbauan petugas tidak pernah diindahkan.

“Kami bermaksud menyita meja dagangannya dan di bawa ke kantor. Setelah itu bisa diambil lagi, tapi tindakannya malah seperti itu (membuang dagangannya),” terangnya.

Foto: Ilustrasi

Penertiban itu, lanjut Arif, sebagai bentuk penegakan Peraturan Daerah (Perda) nomor 15 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Keamanan dan Ketertiban Umum sesuai pasal 12. Dalam aturan itu, PKL tidak boleh berjualan di bahu jalan dan trotoar.

Sementara diketahui, dalam unggahan video di Group Facebook Media Bojonegoro juga terlihat seorang perempuan sedang marah-marah kepada petugas Satpol PP. Beberapa orang lain membuang makanan di jalan. [lus/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar