Peristiwa

Larangan Mudik, Penumpang Kereta Daop 8 Surabaya Turun Drastis

Penumpang Kereta Api di Sasiun Gubeng

Surabaya (beritajatim.com) –  Dampak pemberlakuan larangan mudik yang ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sangat terlihat dampaknya. Salah satunya PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi VIII Surabaya yang mencatat terjadinya penuruan penumpang baik untuk perjalanan lokal maupun luar kota.

Berdasar pengamatan di Stasiun Gubeng, suasana tampak sangat sepi dibanding hari-hari sebelumnya yang selalu tampak kepadatan. Kursi-kursi tunggu pun banyak yang kosong, kemudian tidak ada antrian saat pemeriksaan GeNose C19. Bahkan loket penjualan tiket kereta api, maupun customer service pun tampak begitu sepi.

“Memang ada penurunan karena angkutan non mudik. Untuk seluruh daerah biasanya 7 ribuan, sekarang sekitar 5 ribuan,” kata Kepala Bidang Humas PT KAI Daop VIII Surabaya, Luqman Arif saat ditemui di Stasiun Gubeng, Surabaya, Jumat (7/4/2021).

Walau terjadi penurunan, kata Luqman, PT KAI Daop VIII tetap mengoperasikan kereta api jarak jauh, menengah, dan dekat secara normal tanpa ada pengurangan gerbong kereta.

Karena kereta api non mudik, ditetapkan aturan bahwa penumpang yang boleh menggunakan jasa kereta api hanya untuk kepentingan kerja, mengunjungi orang sakit/ibu hamil/melayat ke orang meninggal dunia, dan kepentingan berobat.

“KAI menjalankan Kereta Api Jarak Jauh pada periode tersebut bukan untuk melayani masyarakat yang ingin mudik Lebaran. Kami mematuhi aturan dan kebijakan dari pemerintah bahwa mudik tetap dilarang,” jelasnya.

Selain persyaratan surat izin perjalanan tertulis, para pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan non mudik tetap diharuskan menunjukkan hasil negatif RT-PCR atau Rapid Test Antigen atau pemeriksaan GeNose C19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 24 jam sebelum jadwal keberangkatan KA.

Penumoang Kereta di stasiun Gubeng

 

Nantinya, petugas akan melakukan verifikasi berkas-berkas persyaratan saat boarding di stasiun. Jika ditemukan calon penumpang yang berkasnya tidak lengkap atau tidak sesuai, maka penumpang tidak diizinkan untuk naik kereta api dan tiket akan dibatalkan. Sedangkan untuk kereta api lokal dilakukan pembatasan operasional maksimal hingga pukul 20.00 WIB. Dengan aturan yang sama, hanya tidak diwajibkan melakukan skrining Covid-19.

“Kami menjamin proses verifikasi berkas-berkas syarat perjalanan Kereta Api Jarak Jauh dilakukan dengan teliti, cermat, dan tegas. Karena kita mendukung kebijakan pemerintah agar masyarakat tidak mudik,” tegas Luqman. [way/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar