Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Lapor, Pak Bupati.. Jalan Raya Magetan Parang Aspalnya Rusak, Bikin Celaka

Jalan Raya Magetan Parang masuk Desa Mojopurno, Ngariboyo, Magetan terdapat aspal rusak dan membentuk gundukan yang membahayakan pengguna jalan.

Magetan (beritajatim.com) – Tak hanya mengeluhkan gundukan tanah berupa polisi tidur di beberapa jalan Raya di Magetan, masyarakat juga mengeluhkan ‘polisi tidur’ atau gundukan tanah yang ada di Jalan Raya Magetan Parang. Bedanya, jika polisi tidur atau speed bump pada umumnya melintang di jalan, gundukan tanah yang dikeluhkan warga membujur lurus dengan jalan tapi membahayakan pengguna jalan.

Tepatnya di Jalan Raya Magetan Parang masuk Desa Mojopurno Ngariboyo Magetan, gundukan tanah akibat aspal yang rusak itu mulai terbentuk saat Magetan memasuki musim penghujan. Pondasi jalan sudah rusak akibat tanah yang labil. Ribuan kendaraan yang melinyas membuat gundukan tanah semakin menjadi-jadi. Kendaran roda empat seperti mobil sedan pasti tersangkut ketika melintas.

“Jalan mulus dibuat bergelombang, jalan bergelombang malah dibiarkan. Bagaimana Pak Bupati Magetan?,” kata Aji Wijaya salah satu pengendara mobil sedan yang sempat nyangkut kepada beritajatim.com, Senin (23/05/2022).

Dia mengaku sudah taat membayar pajak dan merasa berhak mendapatkan fasilitas jalan yang mulus dan nyaman dari pajak yang dibayar. Tidak hanya Aji, Dewi Puspitaningsih pengguna jalan lain juga mengeluhkan mulai rusaknya jalan raya Magetan – Parang amblas dan berlubang akibat lalu lintas kendaraan bermuatan berat seperti truk tambang.

“Mulai rusak, badan jalan amblas akibat dilewati kendaraan bermuatan berat. Terus timbul gundukan kadang di tengah kadang di pinggir. Gundukan ini terjadi di sepanjang jalan hingga Kecamatan Parang. Parah lagi ada lubangnya, bisa bikin celaka,” ungkapnya.

Para pengguna jalan berharap segera ada perbaikan sebelum rusak semakin parah, paling tidak gundukan-gundukan seperti polisi tidur diratakan untuk sementara agar tidak membuat pengguna jalan celaka.

Sementara itu, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Magetan Didik Budiman untuk meratakan gundukan badan jalan yang amblas saat ini terkendala alat berat miliknya rusak dan masih menunggu penggantian suku cadang.

“Saat ini kami terkendala alat berat untuk meratakan jalan yang amblas, suku cadang alat berat kami dicuri orang. Panel kontrol hilang dicuri orang pada saat kami parkir di desa Krajan. Nanti bila suku cadang yang kami pesan sudah datang dan dipasang, kami akan segera kerjakan,” pungkasnya. [rin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar