Peristiwa

Lapak Tergusur Jalan Tol, Pedagang Pasar Hewan Singosari Protes

Ratusan pedagang di pasar hewan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, protes atas relokasi lapak menjual hewan ternak yang tak sesuai janji.

Malang (beritajatim.com) – Ratusan pedagang di pasar hewan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, protes atas relokasi lapak menjual hewan ternak yang tak sesuai janji.

Pasalnya, setelah area pasar hewan tergusur proyek Jalan Tol Malang – Pandaan, sejumlah pedagang pasar hewan mengaku relokasi ditempat yang baru tidak memadai.

Ketua Paguyupan Pedagang Pasar Hewan, Yusuf Fauzan menyampaikan, dipasar hewan ini kegiatan para pedagang hanya dua kali dalam seminggu (Senin dan Jumat). Dimana, jika di pasar lama bisa menampung 1000 lebih pedagang hewan, mereka kebanyakan dari luar kota.

“Dipasar lama itu luasnya memang hanya 6000 meter persegi. Tapi fasilitasnya lengkap, dalam arti sudah tersedia berupa tiang untuk pengikat hewan dan atap biar gak kehujanan serta kepanasan,” ungkap Fauzan, Jumat (15/3/2019).

Fauzan menjelaskan, pasar hewan ini merupakan relokasi baru dari pasar lama yang dibongkar akibat adanya pengerjaan jalan tol.

“Pasar ini merupakan tukar guling dari pasar lama yang terkena proyek jalan tol. Kami dijanjikan jika fasilitasnya akan dilengkapi seperti yang ada di pasar lama. Tapi hingga hampir 11 bulan ini belum ada tindak lanjutnya. Kami sudah dua kali mengirimkan surat,” jelasnya.

Lahan pasar hewan yang baru ini, lanjut Fauzan, memang lebih luas. Namun sarana dan prasarana pendukung tidak memenuhi syarat. Jika di pasar lama, pengunjung pasar hewan bisa mencapai 1000 orang lebih.

“Saat ini yang di bangun masih separuh lahan, itupun tidak maksimal. Ini sangat mempengaruhi kegiatan pedagang. Akibat relokasi ini pedagang yang datang menurun drastis hingga 50 persen, sekarang hampir 500 orang pengunjung dan pedagang,” tegasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Malang Hadi Mustofa menambahkan, pihaknya meminta pihak PT Jasa Marga untuk bertanggung jawab. Karena dengan adanya pembangunan jalan tol pasar hewan yang lama diindahkan, namun pemindahan ini tidak dibarengi dengan fasilitas pendukung.

“Pasar hewan Singosari ini merupakan salah satu pasar hewan terbesar di Kabupaten Malang. Saya berharap, pihak Jasa Marga merespon aspirasi para pedagang untuk segera membangun fasilitas pelengkap di pasar ini, karena kondisi pasar hewan saat ini sangat merugikan masyarakat dan pedagang di pasar hewan ini,” kata Mustofa.

Ia menambahkan, keluhan para pedagang ini nantinya akan disampaikan dalam rapat komisi agar segera dapat dipecahkan permasalahan ini.

“Kami akan panggil pihak-pihak terkait untuk menanyakan kenapa sampai terlambat. Jika dengan fasilitas seperti ini jelas mengurangi omset para pedagang,” pungkasnya. (yog/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar