Peristiwa

Penertiban PKL Depan Stasiun Jombang

Lapak Dibongkar Petugas, Wanita Ini Mengamuk

Jombang (beritajatim.com) – Penertiban lapak PKL (Pedagang Kaki Lima) di depan Stasiun Jombang yang dilakukan petugas gabungan diwarnai ketegangan, Kamis (4/7/2019). Karena tak terima, seorang wanita pemilik lapak tersebut mengamuk sembari mengeluarkan kata-kata kotor.

Wanita yang bernama Retnaning (31) itu tidak dapat membendung emosinya. Saat petugas merobohkan lapak dan mengambil barang dagangannya untuk dipindahkan, dia melemparkan beberapa potongan kayu bekas.

Beberapa kali, warga Desa Kaliwungu Jombang itu juga menyiram air ke berbagai arah sambil mengeluarkan kata-kata kasar. Dia lantas membentak petugas, saat mereka mencoba membantu membersihkan barang dagangannya. “PT KAI tak punya hati. Main gusur seenaknya,” kata wanita yang akrab disapa Naning ini.

Suami Naning, Wawan Kurniawan (35), mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, dia berjualan makanan dan minuman di depan Stasiun Jombang sejak 1995. Lapak PKL itu pertama dibuka oleh orang tuanya. Sejak itu, lapak tersebut tidak pernah ada masalah.

“Kami keberatan dengan penggusuran ini. Karena tempat baru yang disiapkan PT KAI tidak strategis untuk berjualan. Kami berharap ada solusi tempat lebih layak bagi kamu yang kena gusur,” kata Wawan sengit.

Protes yang dilakukan Naning dan suaminya tak membuat petugas bergeming. Pembersihan lapak terus dilakukan oleh sekitar 100 petugas gabungan yang terdiri dari PT KAI, Satpol PP, TNI, serta Polri. Tidak kurang dari satu jam, sekitar tujuh lapak tersebut sudah rata dengan tanah.

Manajemen PT. KAI Daop 7 Madiun beralasan, pembongakaran lapak PKL itu terpaksa dilakukan. Pasalnya, KAI sudah melayangkan peringatan beberapa kali, namun hal itu tidak diindahkan oleh para PKL. Saat ditertibkan petugas gabungan, jumlah lapak yang masih berdiri sebanyak 3 unit dari 8 lapak yang rencana ditertibkan.

“Penertiban PKL di depan Stasiun Jombang ini merupakan upaya pengembangan dan penataan kawasan stasiun. Selain itu juga untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna transportasi kereta api,” kata Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko. [suf/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar