Peristiwa

Lanud Iswahjudi Gelar Safety Meeting, Ini Tujuannya

Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Widyargo Ikoputra. [foto: Penlanud Iswahjudi]

Magetan (beritajatim.com) – Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Widyargo Ikoputra memberikan pengarahan dan penekanan terkait safety meeting. Itu dilakukan untuk bekal serta pengalaman bagi seluruh anggota melalui para perwira.

Dalam safety meeting yang digelar di ruang Teddy Kustari Lanud Iswahjudi, Danlanud mengungkapkan keselamatan terbang dan kerja harus mendapat apresiasi dan perhatian seluruh anggota. Karena kenyataannya sampai hari ini masih ada sebagaian anggota yang belum tahu atau lupa tentang pelaksanaan penghormatan saat berkendara. “Hal ini berpotensi hazard dan dapat terjadinya incident maupun accident,” katanya, Kamis (19/9/2019).

Sementara Komandan Wing 3 lanud Iswahjudi Kolonel Pnb M. Satriyo Utomo juga memaparkan 10 prinsip perilaku safety leadership. Program safety meeting ini, bertujuan untuk memberi bekal dan pengalaman keselamatan terbang dan kerja (Lambangja) atau air crew. Termasuk didalamnya keselamatan dalam bekerja harus sesuai prosedur yang benar.

“Sehingga setiap Perwira yang bertugas di unit-unit Lambangja dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam upaya mewujudkan zero accident dari unit satuan operasional,” ungkap Kolonel Pnb Satriyo.

Melalui penyelenggaraan program safety meeting ini, diharapkan TNI AU dapat meningkatkan kinerja yang lebih baik. Terutama di bidang Lambangja dan safety level di organisasi dapat meningkat. Mengingat beberapa kejadian sudah berpotensi mengarah kepada terjadinya kecelakaan. Untuk itu setiap Perwira di satuan masing-masing, setelah mengambil apel, selanjutnya memberikan praktek praktis sesuai dengan kebutuhan masing-masing satuan.

“Mulai hari ini dan besok Lanud Iswahjudi akan menerapkan budaya safety yang penekanannya dilaksanakan di satuan kerja terkecil hingga tingkat Lanud Iswahjudi,” katanya.

Mayor Pnb Apri Arfianto selaku Kalambangja juga memberikan pengarahan sekaligus menyampaikan himbauan. Agar pimpinan meningkatkan safety awareness, dengan menerapkan risk management dalam melaksanakan tugas penerbangan. Budaya safety sangat penting, baik yang dilakukan secara perorangan, tim maupun kedinasan.

“Muaranya dengan mengarah kepada upaya mewujudkan zero accident, sehingga kemampuan TNI AU dalam mengawaki alutsista dapat optimal,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar