Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Lansia Terlantar Magetan Akhirnya Dapat Penanganan

Magetan (beritajatim.com) – Kinerja Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Jawa Timur (UPT PSTW Dinsos Pemprov Jatim) perlu diacungi jempol. Pasalnya, setelah mendapatkan laporan dari masyarakat tentang adanya lansia terlantar yang membutuhkan pertolongan, tim Jatim Social Care (JSC) UPT PSTW langsung turun ke lokasi untuk memberikan pertolongan.

Adalah Wainem (69), warga RT 5 RW 1 Desa Baron Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan yang ditemukan perangkat desa dalam kondisi sakit dan tidak terawat. Mbah Wainem memiliki anak 1 orang, Purwadi (44), seorang duda ditinggal mati istrinya sejak 2017 lalu. Purwadi mempunyai 2 orang anak, Dilla(18) anak perempuan yang menderita gangguan mental dan anak laki-laki Ersa(9).

“Purwadi bekerja serabutan sebagai buruh, ikut saudaranya yang seorang pengepul barang bekas (pemulung). Dengan penghasilannya yang pas-pasan, dia harus menghidupi ibunya yang sudah renta dan anak perempuannya yang menderita kelainan mental. Kalau Purwadi bekerja, kadang anak perempuannya dibawa ke tempat kerja, karena seringkali memukuli neneknya yang sudah renta,” terang Puji Suwito, seorang perangkat desa kewilayahan (kamituwo) Desa Baron Kecamatan Magetan.

Dengan adanya perhatian dari dinas terkait, lanjut Puji Suwito, keluarga Purwadi sangat tertolong, bisa mengurangi beban hidup keluarganya.

“Dengan mbah Wainem dibawa ke panti, bisa sangat mengurangi beban hidup Purwadi. Kami berharap, Dilla anak perempuan yang ODGJ juga bisa dibantu untuk mendapatkan pengobatan,” lanjut Puji Suwito.

Sementara itu, Diana A Verawatiningsih, anggota DPRD Propinsi Jatim dari Fraksi PDI-Perjuangan mengapresiasi positif yang telah dilakukan oleh UPT PSTW Dinas Sosial Propinsi Jatim di Magetan. JSC UPT PSTW sangat responsif ketika mendapatkan informasi dari masyarakat.

“Jadi ceritanya setiap Jumat kita ada kegiatan Jumat Berkah, dan kebetulan kemarin kami berkunjung ke rumah mbah Wainem, melihat kondisinya yang sangat memprihatinkan, kami terpanggil untuk menindaklanjutinya dengan menghubungi kepala UPT PSTW Propinsi Jatim di Magetan. Alhamdulillah, tim JSC UPT PSTW sangat responsif dan langsung gerak cepat mengunjungi rumah mbah Wainem,” terang Diana Sasa, sapaan akrab Diana A Verawatiningsih, anggota dewan Propinsi Jatim dari Dapil Jatim VII yang meliputi Ngawi, Magetan, Ponorogo, Trengggalek, dan Pacitan.

“Tadi kami berkunjung ke panti menengok mbah Wainem. Alhamdulillah, kondisinya sudah jauh beda dengan kemarin waktu masih di rumah, mungkin karena pengaruh kondisi sosial ekonomi, dan cucunya yang kelainan mental. Kemarin sama anaknya saja sudah tidak mengenali, seperti sudah sangat pikun, tadi saya lihat kondisinya sudah sangat membaik, bisa komunikasi lancar, terlihat ceria, dan mau makan. Bahkan dengan perangkat desa yang ikut datang ke panti saja mbah Wainem bisa mengenal,” lanjut Diana Sasa.

Masalah mbah Wainem sudah tertangani, tinggal bagaimana secepatnya cucunya, Dilla segera mendapatkan pengobatan ataupun terapi psikotik agar bisa sembuh. “Agar bisa segera mendapatkan pengobatan, kami akan buatkan BPJS mandiri, karena Purwadi dan anaknya belum punya BPJS. Informasi yang kami terima, sebenarnya Purwadi sudah diusulkan oleh Pemdes Baron untuk mendapatkan PBI melalui DTKS, tapi sampai sekarang belum keluar BPJS PBInya,” pungkas Diana Sasa. [but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar