Peristiwa

Landmark Tugu Lontar di Gresik Tak Terurus

Gresik (beritajatim.com)- Keberadaan Landmark Tugu Lontar di Jalan RA Kartini Gresik dikeluhkan pengguna jalan. Hal ini karena bocornya air mancur hingga ke jalan raya.

Tetenger yang diresmikan pada 2019 itu seperti tidak terurus. Di bagian bawah lontar, atau tepatnya di lantai air mancur tampak berlumut. Warnanya kuning yang tidak terkena air, dan hijau pada bagian yang terkena air.

Soal estetika, Tugu Lontar sudah menurun drastis. Belum lagi kebocoran kolam dari air mancur itu. Air kerap kali menggenang di jalan raya. Sebab, sampai saat ini tak kunjung diperbaiki, jalan di sekitar pun akhirnya berlubang karena tergenang air yang meluber.

Tidak hanya itu, di samping tugu juga terdapat bekas proyek ducting jaringan utilitas bawah tanah. Namun, jalan di bekas proyek itu tidak kembali seperti semula. Terdapat gundukan tepat di samping Tugu Lontar.

Semula pemeliharaan Tugu Lontar dianggarkan Rp 150 juta di APBD 2021. Namun, anggaran tersebut dicoret dewan. Imbasnya, sampai saat ini belum ada langkah untuk mengembalikan estetika salah satu tetenger Gresik itu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gunawan Setiaji mengatakan, setelah bangunan selesai kemudian diserahterimakan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk pemeliharaan. Karena itu, pihaknya tidak tahu menahu soal pemeliharaan Tugu Lontar.

“Kondisi Jalan RA Kartini yang berlubang hingga bekas proyek ducting itu, kami sudah menyampaikan informasi kepada Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN). Sebab, jalan itu bukan menjadi kewenangan kabupaten. Tapi langsung pemerintah pusat,” pungkasnya. [dny/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar