Peristiwa

Tokoh Penanganan Covid-19

Laksamana dr IDG Nalendra Raih Penghargaan dari PWI Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Laksamana Pertama dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mendapat anugerah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim Award 2021.

Anugerah tersebut bertajuk Tokoh Penanganan Covid-19. Laksamana Nalendra mendapat anugerah tersebut karena kiprahnya dalam sebagai penanggungjawab dan Kepala Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya.

Pemberian PWI Jatim Award 2021 dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2021 dan HUT ke-75 PWI, saat acara peringatan HPN tahun 2021 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (9/4/2021).

Program PWI Jatim Award ini merupakan kegiatan apresiasi kepada tokoh pemerintahan dan masyarakat, yang selalu dilakukan PWI Jatim di setiap HPN dan HUT PWI.

Dasar pertimbangan yang mendasari pemberian penghargaan kepada dr Nalendra adalah keberhasilan RSLI Surabaya menekan angka kematian pasien Covid-19 katagori inovatif. RSLI dibawah supervisi dr Nalendra memiliki konsep ‘Be Happy’. Persoalan psikis pasien Covid-19 terus diperhatikan, sejak mereka datang sampai mereka pulang atau setelah dinyatakan sembuh (tes PCR swab negatif).

Beberapa aktivitas rekreasi mental ini difasilitasi oleh relawan pendamping dari awal sampai mereka pulang. Sampai ada permasalahan di perusahaan dan tempat tinggalnya difasilitasi para relawan.

Di RS Lapangan, dr Nalendra menyediakan fasilitas konsultasi psikologis bagi para tenaga kesehatan dan pasien. Untuk hiburan lain, mereka memiliki ruang karaoke, gim, perpustakaan, hingga kafe. Bagi mereka yang punya hobi fotografi, karena tempatnya di taman, mereka bisa mengambil foto disana.

Bahkan, untuk mengatasi kegelisahan utama pasien yang kehilangan waktu mencari natkah. Dr Nalendra mengumpulkan relawan untuk memberikan donasi bagi keluarga pasien yang nyaris kehilangan nafkah.

Selain itu, diadakan morning report. Isinya, menggali permasalahan yang dihadapi para tenaga kesehatan saat bertugas. Hal tersebut ternyata memberikan ‘rekreasi mental’ bagi mereka. Beberapa kegiatan yang diikuti pasien mulai dari berjemur pagi, melakukan senam pagi yang dipandu dokter dan juga perawat, serta olahraga lainnya yang diminati pasien.

“Alhamdulillah pasien saat ini sisa 10 persen dari jumlah pasien sisa dibandingkan bulan November sampai awal Februari, waktu itu rata-rata diatas 300 sekarang rata-rata dibawah 30, selain itu jumlah kematian nol. ini adalah capaian luar biasa dari pemerintah Jatim karena angka kasus betul betul turun,” ujar Laksamana Nalendra.

Dr Nalendra merupakan putra dari Peltu (Purn.) I Dewa Made Pegeg. Salah satu saksi hidup pelaku sejarah pertempuran Laut Arafuru sebagai ABK RI Matjan Kumbang (653), yang bersama-sama RI Matjan Tutul (650) dan RI Harimau (654) bertempur dengan penuh heroik di Laut Arafuru melawan kapal-kapal kombatan dan pesawat tempur dari Kerajaan Hindia Belanda. [adg/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar