Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Setelah Regrouping

Lahan SDN Tambran Magetan Bakal Dipakai Poltekkes Kemenkes Surabaya

Suasana SDN Tambran yang rencananya bakal diregrouping, Selasa (07/06/2022).

Magetan (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Magetan bakal meregrup 19 Sekolah Dasar Negeri tahun ini. Dikpora setempat berdalih bahwa penggabungan sekolah untuk efisiensi.

“Kami sudah mengevaluasi dan ada beberapa sekolah yang perlu regrouping karena siswanya sudah tidak ada lagi. Selain itu sebaran sekolahan terlalu padat. Seperti pada Kelurahan Selosari Kecamatan kota misalnya ada sebanyak 4 SD,” kata Kepala Disdikpora Suwata kepada beritajatim.com, Selasa (07/06/2022).

Pada Kelurahan Selosari yang sudah pasti diregrup digabungkan dengan sekolah lain yaitu SDN Selosari 4 karena siswa yang juga minim. Regrouping itu untuk mengurai tenaga pendidik, misalnya satu kelas siswa hanya 3 tetap butuh guru satu, gurunya pun harus ada di sekolah. Untuk itu perlu digabung agar tenaga pengajar efektif.

Suasana SDN Tambran yang rencananya bakal diregrouping, Selasa (07/06/2022).

“Jika sekolah digabungkan, maka tenaga pendidiknya nanri lebih. Tenaga pendidik yang lebih ini bisa didistribusikan bagi sekolah yang kekurangan tenaga pendidik. Kemudian jika digabungkan juga bisa efisien biaya operasional. Seperti tagihan air dan listrik bisa lebih hemat,” imbuhnya.

Memang rencana regrouping sejumlah sekolah ini melalui pertimbangan pertimbangan terlebih dahulu. Suwata mencontohkan pada SDN di Desa Tamanarum dibatalkan setelah melalui kajian kajian.

“Setelah kami koordinasikan dengan kepala desa dan komite sekolah dipertahankan karena geografis asal siswa bila digabungkan akan lebih jauh. Meski jumlah muridnya sedikit kita tetap pertahankan,” paparnya.

Terkait rencana regruping SDN Tambran yang memiliki 52 siswa, Suwoto menyebut gedung akan dibuat perluasan kampus Poltekkes Kemenkes Surabaya yang gedungnya kini hanya berbatas pagar dengan SDN Tambran.

“Saat ini banyak permintaan permintaan kantor dari lembaga seperti Panwas dan lain-lain. Untuk SDN Tambran pertimbangannya untuk perluasan Poltekkes Kemenkes Surabaya di Magetan karena letaknya berdekatan,” kata Suwata.

Dia mengungkapkan jika orang tua siswa bisa memilih sendiri mana sekolah baru jika SDN Tambran diregrup dan ditutup. Ada sebaran sekolah di sekitar, bisa pindah ke SDN unggulan, SDN Magetan 2, Sukowinangun 1 dan 2.

Untuk diketahui, rencana regrouping SDN Tambran tersebut mendapat penolakan dari siswa hingga wali murid. Mereka mengaku keberatan selain menjadi lebih jauh para siswa mengaku nyaman sekolah di situ. Disampaikan Lurah setempat jika siswa yang bersekolah mayoritas anak anak warga menengah kebawah. Hanya buruh dan pekerja serabutan, berat bila harus pindah kesekolah yang lebih jauh dari rumah. Ongkos transportasi hingga uang saku.

Para wali murid dan siswa berencana akan berkirim surat kepada Bupati Magetan dan Kadisdikpora untuk membatalkan rencana regruping pada SDN Tambran. SDN Tambran masih layak dipertahankan, karena berat bagi mereka bila harus pindah dan biaya sekolah anak makin membengkak. [fiq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar