Peristiwa

Lagi, Warga Terdampak Banjir Jombang Meninggal, Patakziah Terobos Air Setinggi 1 Meter

Sejumlah petakziah naik perahu darurat untuk menyeberangi genangan air setinggi satu meter di terowongan Kalipuro, Jombang, Rabu (17/2/2021). [Foto/Yusuf Wibisono]

Jombang (beritajatim.com) – Satu lagi warga pedukuhan Kalipuro, Dusun Kedunggabus, Desa/Kecamatan Bandarkedungmulyo Jombang meninggal. Dengan demikian sudah ada empat warga meninggal selama banjir yang sudah berlangsung selama 15 hari.

Karena air kembali menggenang, para petakziah dan pengantar jenazah harus menyeberangi genangan air setinggi satu meter. Yakni, melintas terowongan atau underpass sepanjang 25 meter di dusun tersebut. Salah satu petakziah itu adalah Miftahurrohmah, warga setempat.

Wanita berjilbab ini harus turun dari sepeda motornya karena dihadang air setinggi satu meter. Beruntung, ada warga lain yang ikut membantu. Yakni menyediakan perahu darurat berbahan drum/tong yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa.

Motor milik Mifta kemudian dinaikkan ke perahu tersebut. Demikian juga wanita berjilbab ini. Perahu lantas bergerak diseret dua orang laki-laki. “Mau takziah ke rumah Mbah Mul. Tadi meninggal. Saya belum sempat takziah. Sebelumnya beliau sudah sakit,” katanya, Rabu (17/2/2021).

Mifta mengatakan, Mbah Mulyono usianya sekitar 70 tahun. Saat banjir menerjang Desa/Kecamatan Bandarkedungmulyo, dia diungsikan ke rumah anaknya yang ada di desa tetangga, yakni Dusun Pucanganom, Desa Pucangsimo.

“Tadi pagi Mbah Mul meninggal. Beliau dimakamkan di TPU (tempat pemakaman umum) Dusun Kedunggabus yang berada di sebelah tanggul sungai. Jalan satu-satunya yang lewat (terowongan) sini. Jenazahnya tadi juga ditandu lewat sini,” katanya menegaskan.

Warga Dusun Kedunggabus kembali mengemasi barang-barang karena banjir belum juga surut, Rabu (17/2/2021). [Foto/Yusuf Wibisono]
Seperti diberitakan, banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Bandar Kedungmulyo disebabkan beberapa titik tanggul jebol. Diantaranya, tanggul Sungai Avur di Desa/Kecamatan Bandar Kedungmulyo jebol di dua titik. Yakni di Dusun Plosorejo dengan lebar kurang lebih 20 meter. Tanggul tersebut jebol pada Kamis (4/2/2021) sekitar jam tiga dini hari.

Kemudian di Dusun Kedunggabus. Tanggul yang jebol di dusun tersebut sepanjang 10 meter. Sementara di Desa Gondangmanis tanggul jebol seluas 20 meter. Tepatnya di Dusun Prayungan. Lagi-lagi, air tersebut masuk area persawahan.

Juga di Desa Brangkal, tanggul Sungai Afvoer Besuk jebol di dua titik. Masing-masing sepanjang 10 dan 7 meter. Jebolnya tanggul ini sekitar pukul setengah enam pagi. Pada Sabtu (6/2/2021), banjir di Dusun Manisrenggo, Gondangmanis mulai surut.

Namun muncul lagi banjir baru di dua desa lainnya. Yakni Desa Pucangsimo dan Desa/Kecamatan Bandar Kedungmulyo. Banjir di Bandar Kedungmulyo ini cukup parah. Ketinggian air mencapai 2 meter. Ribuan warga meninggalkan rumah untuk mengungsi. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar