Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Laga Ditunda, Manajer Persewangi Banyuwangi Nyaris Adu Jotos dengan Wasit

Banyuwangi (beritajatim.com) – Pertandingan antara PSPK Kota Pasuruan dengan Persewangi Banyuwangi di fase grup Liga 3 Jawa Timur batal digelar dengan alasan aneh. Bahkan, akibat batalnya laga ini justru menimbulkan keributan hingga menyebabkan nyaris adu jotos.

Persoalannya, wasit yang akan memimpin pertandingan memutuskan untuk ditunda. Alasannya, lapangan tidak layak, tidak ada garis lapangan, dan anak gawang.

Tetapi, Panitia Penyelenggara (Panpel) telah menyepakati untuk memenuhi itu. Bahkan semua telah berhasil dipenuhi, dan kedua tim juga diminta untuk melakukan pemanasan.

Wasit juga telah memeriksa kondisi lapangan. Hasilnya, mereka memutuskan force major.

Hal itu yang membuat kedua tim terjadi kejanggalan. Karena, kondisi lapangan baik tidak ada genangan, garis lapangan ada, dan siap bermain.

Tapi, wasit tetap dengan keputusannya. Mereka memutuskan tetap ditunda. Match Commissioner (MC) juga berkilah pertandingan ditunda karena tidak memungkinkan. Berdasarkan regulasi laga PSPK Kota Pasuruan Vs Persewangi Banyuwangi tidak dapat dilanjutkan.

Hal itu menjadi protes dari Manajer Persewangi Banyuwangi Samidi Jos Rudi. Dia dipanggil untuk diajak berunding. Bahkan manajer PSPK Kota Pasuruan juga ada didalamnya.

Keduanya memutuskan siap bermain. Tetapi MC tetap berkutat dengan keputusan awal. Sehingga sempat menyulut amarah dari Manajer Persewangi Banyuwangi.

Bahkan, Manajer Tim berjuluk Laskar Blambangan ini naik pitam hingga keluar kata-kata pedas. Tak berujung ada keputusan main, MC memanggil wasit.

Anehnya, wasit juga tetap dengan keputusannya. Bahkan, keputusan itu tiba-tiba berubah. Awalnya mengatakan pertandingan batal digelar karena force major, tiba-tiba berganti dengan plus major.

Dari sini, Manajer Persewangi Banyuwangi Samidi Jos Rudi marah besar. Menunjuk dengan jari kepada sang wasit. Namun, tidak mendapat balasan yang menyejukkan, justru wasit balik menantang manajer Persewangi Banyuwangi.

“Jangan nunjuk-nunjuk ke saya,” kata salah seorang wasit yang akan memimpin pertandingan.

Pertikaian yang nyaris menimbulkan adu jotos itu, sempat terjadi cukup lama. Bahkan kondisi itu sempat harus dilerai oleh beberapa orang.

Wasit digelandang ke ruang wasit dengan sejumlah panitia. Jos Rudi dihalangi tetap berada di dalam lapangan.

Usai peristiwa itu, Manajer Persewangi Banyuwangi mengaku sangat dirugikan. Karena akan menyebabkan cost yang membengkak.

“Kita siap main, tim satunya juga siap main. Kalau begini siapa yang akan menanggung kerugian. Ini semua yang nanggung tuan rumah, termasuk panpel,”

“Kita sudah persiapan tim, seharusnya sejak mulai awal ditunda seperti pertandingan pertama. Karena kalau itu kan memang tidak mungkin, ada genangan air dan lain-lain. Tapi ini kan tidak, semua siap malah wasit yang menunda,”

“Awalnya mereka juga sudah oke, kita kontrol bareng-bareng lapangan, tapi akhirnya kok malah kasih keputusan tidak mungkin. Pas cek awal itu oke sudah dapat dilanjutkan. Mestinya wasit tidak boleh plin-plan,” pungkasnya. [rin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar