Peristiwa

Kusnadi: Media Massa Seperti Pembuluh Darah

Ketua DPRD Jatim, H Kusnadi menerima PWI Jatim Award 2020 dari Ketua PWI Ainur Rohim

Surabaya (beritajatim.com)--Posisi strategis media massa dan wartawan tak mungkin dinafikan dalam negara demokrasi seperti Indonesia. Media massa seperti pembuluh darah, sehingga keberadaannya tak mungkin dikesempingkan.

Hal itu dikatakan Ketua DPRD Jatim, H Kusnadi, SH, M.Hum saat menerima PWI Jatim Award 2020 kategori Special Award dari PWI Jatim di gedung DPRD Jatim di Jalan Indrapura Surabaya, Rabu (13/5/2020) siang.

Penyerahan award dilakukan Ketua PWI Jatim, Ainur Rohim bersama Ketua HPN 2020 PWI Jatim, Teguh LR, Pokja Wartawan DPRD Jatim Riko Andiono dan Arik serta Kepala Sekretariat DPRD Jatim, Andik Fajar Cahyono.

“Keberadaan media massa tak mungkin kita nafikan. Media massa layaknya pembuluh darah. Sehingga posisinya sangat strategis dalam mendukung kinerja legislatif dan partai politik dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat,” tegas Kusnadi.

Tak lupa, Kusnadi menyampaikan apresiasi atas award yang diberikan kepadanya bersama pimpinan DPRD Jatim terkait kinerja legislatif sepanjang 2019. Penghargaan ini, katanya, diharapkan mampu meningkatkan kinerja politik legislatif di tahun 2020 dan tahun-tahun mendatang.

“Terima kasih banyak penghargaan ini. Tentunya keputusan rekan-rekan PWI Jatim ini didasarkan pertimbangan matang dan multiperspektif,” tambahnya.

Penghargaan ini diberikan, mengingat peran strategis legislatif, yang notabene pimpinan partai politik di Jatim, terkait kinerja ke-Dewan-an maupun politik praktis lain. Misalnya, dalam hajatan Pileg dan Pilpres 2019, walaupun terjadi kontestasi politik yang berjalan dinamis dan keras, para elite politik di provinsi berpenduduk 40 juta jiwa lebih ini mampu menjaga stabilitas politik, ekonomi, sosial, dan keamanan dengan baik. Nyaris tak ada konflik berarti di level akar rumput yang bersumber dari kontestasi politik yang keras.

Ketua DPRD Jatim, H Kusnadi bersama pengurus PWI Jatim dan Sekwan, Andik Fajar Cahyono.

“Itu satu hal yang jadi pertimbangan kita. Di samping itu, para politikus berbagai parpol di Jatim mampu menghadapi dan menyikapi perbedaan pandangan politik sebagai satu realitas yang tak mungkin dihilangkan. Tapi, mesti diterima dengan sikap toleransi dan kesadaran politik tinggi,” kata Ketua PWI Jatim, Ainur Rohim.

Kusnadi mengutarakan, sangat banyak kontribusi dan sumbangsih yang diberikan media massa dan wartawan dalam mendukung kinerja politik legislatif di Jatim. Berbagai kebijakan yang diputuskan legislatif bersama Pemprov Jatim tak mungkin sampai ke masyarakat secara cepat tanpa dukungan media massa.

“Itu fakta. Selain itu, media massa juga memberikan pendidikan politik yang mencerahkan kepada rakyat,” tegasnya.

Corona Seperti Hantu
Dalam kesempatan yang sama, Kusnadi menyampaikan tentang kinerja legislatif di masa pendemi corona (Covid-19). Menghadapi realitas ini, menurutnya, bukan hal mudah untuk menyelesaikan sesuai planning. “Sebab, virus corona itu seperti hantu. Tidak terlihat dan tampak tapi efeknya luar biasa,” ujarnya.

Virus corona (Covid-19) telah mempengaruhi pergerakan dan dinamika sendi-sendi kehidupan masyarakat Jatim dan Indonesia. Aktifitas sosial ekonomi, kemasyarakatan, politik pemerintahan, dan lainnya terpengaruh perkembangan keadaan ini. “Seperti kami ini, kalau terus-menerus work from home (WFH) ya kelihatan wagu (tak pantas),” tukasnya.

Karena itu, selaku pimpinan DPRD Jatim bersama anggotanya, Kusnadi mendukung langkah dan kebijakan Pemprov Jatim dalam mengatasi covid-19 di Jatim. “Ya kalau kelihatan gitu, bisa ditentukan deadline penyelesaian sekaligus pola mengatasinya,” tambah Kusnadi. [tok/air]





Apa Reaksi Anda?

Komentar