Peristiwa

Kuota BOS Dipangkas, Ratusan Guru Madrasah di Kediri Demo

Kediri (beritajatim.com) -Ratusan guru dan kepala madrasah se-Kabupaten Kediri menggelar unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Agama setempat. Massa membawa berbagai poster berisi tuntutan tentang pembatasan kuota penerima dana BOS.

massa kecewa, setelah Kemenag Kediri menerapkan sistem kuota dalam penerimaan dana bos tahap ke-2. Dimana saat ini, rata-rata setiap madrasah hanya menerima dana BOS sebesar 50 persen dari kuota siswa.

Dampak dari penurunan kuota bos ini mengakibatkan sisten pendidikan dan operasional madrasah terganggu. “Kami menuntut pencairan dana BOS 100 persen. Karena sejak adanya penerapan sistem kuota, jumlah dana BOS menurun dari kuota siswa,” ujar Nurul Fuad Assofi, Koordinator Aksi.

Kondisi memprihatinkan itu, juga sempat dirasakan madrasah swasta, pada pencairan dana bos tahap pertama. Dimana, dalam pencairan itu dana BOS setiap siswa dipotong Rp 100 hingga 200 ribu untuk subsidi anggaran Covid-19.

Sementara itu, pihak Kemenag Kediri mengakui pencairan dana bos tahap pertama berkurang, karena digunakan untuk subsidi anggaran covid 19. Sedangkan, untuk tahap ke 2 pihak Kemenag mengaku keputusan itu murni dari pusat.

“Kami berterima kasih kepada semua guru madrasah yang beraksi hari ini. Kami menyadari hal ini. Alhamdulillah aspirasi semuanya didengar oleh langit, dan kami disampingi oleh Kanwil akan merealiasasikan tuntutan tersebut, pada bulan November,” kata Enim Hartono, Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Kediri.

Selain permasalahan dana BOS, para tenaga pendidik ini juga mempertanyakan keterlambatan blangko ijazah. Hingga kini seluruh madrasah swasta di Kabupaten Kediri belum mendapatkan kejelasan kapan blangko ijazah akan dikirim dari pusat, padahal untuk lembaga negeri sudah terealisasi. [nm/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar