Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Kunjungi Pesantren di Probolinggo, Kapolri Singgung Dampak Perang Rusia-Ukraina

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (tengah bersorban) saat menghadiri acara Milad Majelis Ta'lim dan Sholawat Subbanul Muslimin

Probolinggo (beritajatim.com) – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara Milad Majelis Ta’lim dan Sholawat Subbanul Muslimin ke-17, Pondok Pesantren Nurul Qodim Paiton Kabupaten Probolinggo, Sabtu (1/10/2022) petang.

Dalam sambutannya Kapolri Sigit menyampaikan bahwa saat ini dunia sedang dilanda krisis pangan dan energi. Hal itu merupakan dampak dari perang Rusia dan Ukraina. Sigit menyampaikan, Rusia merupakan negara terbesar penghasil minyak dan gas dunia, sedangkan Ukraina merupakan negara terbesar penghasil gandum dan bunga matahari.

“Krisis pangan dan krisis energi, karena perang Rusia melawan Ukraina. Rusia adalah negara penghasil terbesar minyak dan gas di dunia, sedangkan Ukraina adalah negara penghasil gandum dan bunga matahari terbesar di dunia. Dan salah satu bahan untuk pupuk paling banyak itu adanya di Rusia,” jelasnya.

Namun, di tengah krisis tersebut, Indonesia tidak perlu impor beras, karena hasil bumi yang melimpah. “Masyarakat di negara lain kelaparan, Alhamdulillah di Indonesia tidak perlu beras impor, kita cukup. Kita mendapatkan penghargaan internasional karena itu,” katanya.

Sigit juga berpesan kepada para jamaah Majelis Ta’lim dan Sholawat Subbanul Muslimin yang mayoritas anak muda untuk bisa berperan dalam kemajuan Indonesia. [tr/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar