Peristiwa

Kualitas Udara Gresik Jadi Sorotan

Foto ilustrasi pencemaran udara.

Gresik (beritajatim.com) – Kualitas udara di wilayah Gresik sempat jadi sorotan. Berdasarkan catatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tahun 2019 lalu, indeks kualitas udara (IKU) yang diukur oleh Badan Lingkungan Hidup Pemprov Jatim, Gresik berada di angka 65,81.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Gresik Mokh Najikh mengatakan, saat ini IKU di Gresik memang cukup tinggi. Nilainya sekitar angka 70. Namun, berdasarkan Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup, angka IKU Gresik masih berada di bawah ambang batas.

“Memang tidak bisa dipungkiri dengan banyaknya industri di Gresik membuat IKU juga tinggi,” ujarnya, Jumat (10/09/2021).

Menurut Najikh, ada solusi untuk mengurangi tingkat pencemaran udara ini . Yakni, dengan menerapkan industri hijau dengan memperbanyak Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Kami sudah surati terkait RTH itu. Memang kami akui kalau RTH sebagai penyeimbang kualitas udara di Gresik ini masih sangat kurang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, angka 70 termasuk tinggi. Bahkan dirinya mengakui apabila sesekali waktu, IKU di Gresik melewati ambang batas. Yakni ketika kegiatan industri sedang tinggi.

“Jumlah kawasan hijau wilayah kota masih jauh dari ideal. Berdasarkan data, luas RTH di wilayah kota baru sekitar 716,35 hektar atau 15,48 persen. Jumlah itu belum ideal. Mengingat standar idealnya mencakup 30 persen. Ini karena Gresik, kurang lahan,” imbuhnya. [dny/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar