Peristiwa

Kualitas Jalan Raya Cerme Gresik Masih Rendah

Gresik (beritajatim.com) – Kualitas Jalan Raya Cerme Gresik ruas Desa Dungus kualitasnya masih rendah. Hal ini karena jalan yang menjadi kewenangan kabupaten itu baru dikerjakan agregat. Sedangkan pengaspalan jalan belum dilakukan.

Proyek perbaikan jalan senilai Rp 12 miliar itu merupakan proyek lanjutan dari peningkatan jalan di ruas Desa Kandangan tahun 2019 lalu. Proyek tersebut bahkan mendapat catatan merah DPRD Gresik. Pasalnya, pengerjaannya molor sampai tahun anggaran (TA) berakhir.

Sebagai tindak lanjut peningkatan jalan tersebut, Pemkab Gresik masih mengerjakan seperti proyek sebelumnya. Yakni peningkatan jalan sekaligus membuat saluran air.

Pantauan di lapanhan kontraktor baru mengerjakan agregat jalan. Yakni berupa lapisan terbawah sebelum pengaspalan. Untuk saluran drainasenya memang sudah mulai dikerjakan namun masih minim.

Kondisi ini sudah tidak sesuai lagi. Sebab, dua bulan lagi anggarannya sudah habis. Tapi, Kontraktor masih harus mengerjakan aspal setebal dua lapis hingga menyelesaikan drainase sepanjang proyek itu. Sebetulnya untuk mengerjakan aspal dua lapis itu tidak membutuhkan waktu lama. Berbeda dengan jalan beton. Tapi yang bakal memakan waktu lama yakni pengerjaan drainase.

Masih belum selesainya jalan ini, sangat disesalkan oleh warga. Salah satunya adalah Yudhi warga asal Desa Dungus, Cerme. Dirinya berharap jalan ini cepat clear. Sebab, Jalan Cerme-Metatu merupakan jalan yang cukup padat. Jalan tersebut menjadi alternatif selain Jalan Morowudi.

“Ini masih ada jalan yang belum termasuk pengerjaan yang juga rusak. Jalannya retak dan dulu sempat memakan korban,” ujarnya, Rabu (11/11/2020).

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUT) Gresik, Gunawan Setiaji menyatakan seluruh proyek yang menggunakan tahun anggaran 2020 masih sesuai dengan jadwal.

“Semuanya masih sesuai dengan schedule dan kami yakin bakal selesai tepat waktu,” pungkasnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar