Peristiwa

Antisipasi Penyebaran Covid-19

KSR PMI Unit IAIN Madura Sosialisasikan 5M

Personil KSR PMI Unit IAIN Madura, sosialisasikan 5M bagi masyarakat dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19 di area Pasar Blumbungan, Kecamatan Larangan, Minggu (14/2/2021).

Pamekasan (beritajatim.com) – Korp Sukarelawan (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Unit Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, menyosialisasiikan penerapan 5M sekaligus bagi-bagi masker di area Pasar Blumbungan, Kecamatan Larangan, Minggu (14/2/2021).

Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengeduksi, mencegah sekaligus memutus rantai penyebaran pandemi Coronavirus Disiase 2019, khususnya di Kabupaten Pamekasan yang hingga saat ini angka kasus Covid-19 masih belum berakhir.

“Kegiatan ini sebagai salah satu upaya kami untuk mengajak masyarakat bersama-sama mengantisipasi dan mencegah penyebaran Covid-19, khususnya di Pamekasan. Salah satunya dengan sosialisasi 5M dan bagi-bagi masker gratis kepada masyarakat,” kata salah satu KSR PMI Unit IAIN Madura, Nadzif Hamdanillah.

Sosialisasi 5M protokol kesehatan merupakan pelangkap dari aksi 3M yang dikenal melalui taglone ‘ingat pesan ibu’, Sekaligus sebagai upaya mengedukasi masyarakat agar selalu bersama melakukan upaya pencegahan dan memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Sebelumnya kita sering sosialisasikan 3M sesuai anjuran pemerintah, yakni rajin mencuci tangan, selalu menggunakan masker dan menjaga jarak (physical distancing). Kali ini dilengkapi menjadi 5M dengan tambahan menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi,” ungkapnya.

Selain sosialisasikan 5M dan bagi-bagi masker gratis, mereka juga menempelkan beragam stiker 5M di berbagai tempat sebagai langkah edukatif bagi masyarakat untuk bersama memutus rantai penyebaran Covid-19. “Selama ini mobilitas dan interaksi masyarakat masih relatif tinggi, sehingga penting untuk kembali diingatkan,” jelasnya.

“Terlebih mobilisasi dan interaksi masyarakat yang relatif tinggi, juga menjadi salah satu penyebab dan memicu ledakan kasus baru dan membuat pandemi ini belum bisa berakhir, termasuk di kabupaten Pamekasan,” sambung Nadzif.

Sosialisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu waspada, serta disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Kami berharap semoga pandemi ini segera berakhir, sehingga kita bisa kembali dapat melaksanakan aktivitas normal seperti semula. Salah satunya dengan tetap menerapkan sikap disiplin menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Berdasar update peta sebaran virus corona yang dikeluarkan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Pamekasan, Sabtu (13/2/2021), sebanyak 1.058 orang dinyatakan positif, meliputi 57 orang dalam tahap isolasi, 80 orang meninggal, serta 921 orang lainnya sembuh.

Sementara untuk status suspect terdata sebanyak 1.185 orang, meliputi 20 orang dalam tahap pengawasan, 87 orang meninggal, serta 1.078 orang lainnya dinyatakan selesai alias negatif Covid-19. [pin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar