Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Peringati Hari AIDS Se-Dunia

KSR PMI Pamekasan Bagi-bagi Souvenir

Personil KSR PMI Pamekasan, membagikan souvenir bagi salah satu pengguna jalan dalam rangka memperingati Hari AIDS Se Dunia, di area Monumen Arek Lancor, Rabu (1/12/2021).

Pamekasan (beritajatim.com) – Korp Sukarelawan Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Pamekasan, menggelar kegiatan sosial berupa aksi bagi-bagi souvenir bagi masyarakat di sejumlah titik perkotaan di wilayah setempat, Rabu (1/12/2021).

Aksi sosial tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari AIDS Se-Dunia, yang biasa diperingati setiap tanggal 1 Desember. Sekaligus sebagai sarana sosialisasi penerapan protokol kesehatan Coronavirus Disease 2019.

Bahkan dalam kesempatan itu, KSR PMI Pamekasan bersama anggota Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS) setempat, juga menyebar di beberapa titik berbeda. Di antaranya di area Monumen Arek Lancor, Perempatan Jl Jokotole, Perempatan Gadin, Pertigaan Jl Stadion dan Trunojoyo.

“Dalam rangka memperingati Hari AIDS Se-Dunia, kami bersama adik-adik FORPIS tingkat PMR (Palang Merah Remaja) Wira se Pamekasan, menggelar aksi sosial dengan membagikan souvenir bagi masyarakat, khususnya para pengguna jalan di Pamekasan,” kata KSR PMI Pamekasan, Mohammad Sugi Hartono.

Souvenir yang diberikan tersebut merupakan inisiatif dari jajaran pengurus bersama jajaran FORPIS Tingkat PMR Wira se Pamekasan. “Souvenir yang kita bagikan berisi sabun, stiker HIV/AIDS, pita, bunga, permen dan lainnya,” ungkapnya.

“Selain itu, kami juga membagikan masker gratis hingga poster pencerahan Covid-19. Di mana selain memperingati Hari AIDS se Dunia, juga kita lakukan sosialisasi penerapan protokol kesehatan dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19, khususnya di Pamekasan,” jelasnya.

Selain itu pihaknya berharap dengan adanya peringatan Hari AIDS se Dunia, nantinya dapat tumbuh simpati masyarakat terhadap pengidap HIV/AIDS. Sekaligus dapat mengedukasi masyarakat tentang jenis virus (HIV) yang dapat menyebabkan kondisi yang disebut AIDS.

“Tidak jarang selama ini masyarakat justru menjauhi orang yang terkena virus HIV/AIDS, padahal semestinya yang harus dijauhi itu adalah penyakitnya dan bukan orangnya. Sehingga diharapkan nantinya masyarakat dapat memiliki wawasan dan pengetahuan tentang HIV/AIDS,” pungkasnya. [pin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar