Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Kritisi Proyek Revitalisasi Alun-alun, HMI Cabang Mojokerto Pasang Spanduk Kritikan

Aksi mahasiswa HMI di Alun-alun Kota Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mojokerto menggelar aksi di Alun-alun Kota Mojokerto. Aksi dilakukan menyusul proyek revitalisasi Alun-alun Kota Mojokerto yang menelan anggaran senilai Rp2,3 juta tak kunjung kelar.

Sejumlah mahasiswa ini memasang dua spanduk “Kulo Mboten Tego, Lek Proyek Kulo Mboten Mlaku. #savealun” #kawalskywalk” dan “Sabar Dek Yo. Tak Mbangun. Weteng e Ditahan Disek. #savealun” #kawalskywalk” “. Kedua spanduk tersebut dipasang di bawah patung kuda tepat di depan Alun-alun Kota Mojokerto.

Sementara satu spanduk lainnya di pasang di pinggir Alun-alun tepatnya si bawah tulisan Alun-alun Kota Mojokerto. Para aktivis ini juga membawa tulisan berisi kritikan terhadap proyek revitalisasi Alun-alun Kota Mojokerto. Tidak ada orasi, hanya pemasangan spanduk di pagar proyek revitalisasi Alun-alun.

Selain pemasangan spanduk berisi kritikan terhadap pemerintahan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, para mahasiswa ini juga membagikan selebaran ke pengguna jalan. Mereka yang melintas di depan Alun-alun Kota Mojokerto menjadi sasaran pembagian selebaran.

Ketua Umum HMI Cabang Mojokerto, Elang Teko Kusuma mengatakan, aksi digelar HMI Cabang Mojokerto karena HMI Cabang Mojokerto melihat banyak kejanggalan dalam revitalitasi Alun-alun Kota Mojokerto. “Yang menjadi kebutuhan masyarakat adalah insfrastruktur namun kebutuhan ekonomi dan recovery ekonomi,” ungkapnya, Kamis (14/10/2021).

Di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini, lanjut Elang, pemerintah seharusnya lebih fokus dalam recovery ekonomi. Aksi tersebut sebagai bentuk kritis HMI Cabang Mojokerto terhadap Pemkot Mojokerto. Dengan sejumlah proyek mangkrak, lanjut Elang, seharusnya Pemkot Mojokerto melakukan evaluasi kinerja.

“Karena dari 9 September proyek ini sudah mulai dikerjakan sampai saat ini masih banyak kejanggalan, dari CV yang menghilang dan lainnya. Sehingga kita menuntut Pemkot Mojokerto untuk evaluasi kinerja, padahal Alun-alun dan Skywalk adalah obyek vital yang akan dibangun,” katanya.

Masih kata Elang, dua proyek obyek vital tersebut merupakan sebuah inovasi. Namun jika inovasi tidak direncanakan secara matang maka sama saja. Aksi mahasiswa tidak akan berhenti di sini juga, namun HMI Cabang Mojokerto akan menggelar webinar dengan mengundang Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari.

“Aksi seperti ini akan rutin kita gelar. Sebagai mahasiswa jika tidak mengkritik secara terus-terusan, Wali Kota tidak akan mendengar. Kami minta agar APH (Aparat Penegak Hukum) untuk turun karena setelah kami mengkaji proyek ini tidak akan selesai tahun ini,” ujarnya.

Elang menjelaskan, proyek revitalisasi Alun-alun tersebut digagas sejak awal tahun 2021 namun baru didorong di meja lelang tanggal 24 Juni 2021. Namun tanpa alasan, lelang proyek dibatalkan dan baru digelar 27 Juli 2021 serta menunjuk CV Indra Prasta sebagai pemenang lelang dengan waktu pengerjaan 3 bulan.

“Terlihat jelas, Pemkot Mojokerto tidak becus dalam menjalankan roda pemerintahan. Idealnya proyek senilai milyaran rupiah bisa dilelang lebih cepat, tidak dijalankan di waktu yang mempet. Ditambah proyek Skywalk senilai Rp9,1 milyar yang juga kandas di tengah jalan,” tuturnya.

Aksi puluhan mahasiswa tersebut mendapat pengawalan ketat dari petugas dari Polresta Mojokerto. Usai memasang spanduk di pagar proyek revitalisasi Alun-alun bertuliskan, “Proyek Prank” dan “Revitalisasi Alun-alun”, para mahasiswa membubarkan diri.

Sebelumnya, proyek pembangunan rehabilitasi tugu Alun-alun Kota Mojokerto senilai Rp2,3 milyar dari Aggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Mojokerto 2021 sejak dua pekan mangkrak. Ini lantaran, proyek yang dikerjakan oleh CV Indra Prasta tidak ada aktivitas pengerjaan.

Proyek tersebut dideadline pengerjaannya 120 hari atau diperkirakan rampung pada akhir bulan Desember 2021 mendatang. Karena tidak ada pengerjaan proyek sehingga tidak ada aktivitas di lokasi proyek. Hanya terlihat rerutuhan tugu Alun-alun dan material berupa tiang beton, besi cor dan tumpukan kayu. [tin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar