Peristiwa

Krisis Air Bersih, Warga Rela Dorong Gerobak Air Sejauh Dua Kilometer

Gresik (beritajatim.com)- Kemarau panjang selama dua bulan menyebabkan sebanyak 32 desa, di empat kecamatan di Kabupaten Gresik mengalami krisis air bersih.

Demi mendapatkan air bersih, warga yang ada di 32 desa, di empat kecamatan. Yakni, Kecamatan Benjeng, Cerme, Menganti, dan Kedamean sampai rela mendorong gerobak air bersih sejauh dua kilometer.

“Krisis air bersih telah berlangsung sejak dua bulan lalu. Hal ini karena akibat keringnya sumur di lingkungan rumah,” ujar Siswadi Wilopo warga Desa Kedamean, Kecamatan Kedamean, Gresik, Kamis (8/08/2019).

Menurut Wilopo, imbas dampak kekeringan ini. Dirinya, bersama warga lainnya mengandalkan droping air bersih dari BPBD Gresik maupun bantuan dari pihak swasta.

“Kami sangat berharap droping air bersih terus ditingkatkan karena dampaknya semakin meluas,” paparnya.

Sementara itu, terkait dengan krisis air bersih yang melanda Kabupaten Gresik bagian selatan. Kalangan swasta diantaranya dari Koperasi Karyawan Keluarga Petrokimia Gresik (K3PG) yang bergerak di bidang jasa penyedia air bersih. Mensuplai air bersih di 18 desa yang tersebar di Kecamatan Benjeng, dan Cerme.

“Droping air bersih ini kami lakukan telah menjadi agenda tahunan untuk meringankan beban masyarakat,” pungkas Solekhan Sekretaris K3PG. [dny/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar