Peristiwa

KPU Sebut Pilkada Ponorogo Tidak Ada Calon dari Perseorangan

Ketua KPU Ponorogo Munajat [foto/dok.beritajatim.com]

Ponorogo (beritajatim.com) – Bakal calon perseorangan Imam Maryudi-Santo Wiyono nampaknya sudah mengibarkan bendera putih dalam kontestasi Pilkada Ponorogo tahun 2020 ini. Indikasi itu berdasarkan tidak adanya bukti dukungan hingga tahap penyampaian bukti dukungan yang sudah ditutup pada hari Minggu (23/2/2020) lalu.

“Sudah fix, pilkada Ponorogo 2020 kami pastikan tidak ada calon dari jalur perseorangan,” kata KPU Ponorogo Munajat, Selasa (25/2/2020).

Sebenarnya Imam dan Santo ini sudah menyerahkan bukti dukungan secara hard copy kepada KPU. Namun dalam persyaratannya, bukti dukungan harus disampaikan secara online maupun offline. Sehingga KPU tidak mengakui sah jika hanya yang diserahkan yang offline atau hard copy saja.

“Mereka dianggap gugur, karena sampai batas waktu yang ditentukan tidak menyerahkan bukti dukungan,” katanya.

Sekedar diketahui, awalnya pasangan Iman dan Santo ini percaya diri bisa mengumpulkan dukungan yang dipersyaratkan oleh KPU. Mereka mengeklaim dapat dukungan dari komunitas Tikus Pithi yang tersebar di wilayah Ponorogo. Namun, sampai batas waktu yang ditentukan, dukungan itu tak kunjung dikirim oleh kedua pasangan tersebut.(end/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar