Peristiwa

KPU Ponorogo Akan Coret 2 Calon PPK, Jika Terbukti Pengurus Parpol

Ahmad Fauzi Huda (foto : Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) –¬† Komisioner Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Parmas dan SDM KPU Ponorogo, Ahmad Fauzi Huda tanggapi surat dari Bawaslu tentang dugaan adanya 2 calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang merupakan pengurua partai politik (parpol).

Rencananya KPU Ponorogo akan melakukan klarifikasi terhadap calon PPK Ngrayun yang diduga terindikasi pengurua parpol tersebut.

”Klarifikasi akan dilakukan saat kami melakukan tes wawancara nanti,” kata Fauzi panggilan Ahmad Fauzi Huda, Jumat (7/2/2020).

Fauzi menyebut jika proses perekrutan calon PPK ini dalam tahap pengumuman peserta yang lolos tes tulis. Tahapan selanjutnya adalah tes wawancara, dimana saat ini menyisakan 10 besar di setiap kecamatan. Selesai tes wawancara itu, KPU Ponorogo akan menyisakan 5 orang yang kelak akan ditetapkan menjadi PPK.

”Jika saat tes wawancara nanti 2 orang tersebut mengakui sebagai pengurus parpol, pasti akan kami coret yang bersangkutan,” katanya.

Dia menyebut jika sesuai aturan, penyelenggara pemilu harus netral dari kepentingan politik. Bahkan pihaknya mensyaratkan calon PPK maupun PPS dan KPPS tidak menjadi anggota parpol sejak 5 tahun terakhir.

”Jadi bukan akhir-akhir ini saja, namun bagi masyarakat yang tercatat sebagai anggota pada 5 tahun ke belakang pun tidak diperbolehkan,” katanya.

KPU Ponorogo, kata Fauzi sejak seleksi administrasi perekrutan PPK ini, pihaknya  menerima tanggapan dan masyarakat terhadap calon yang diumumkan. Masyarakat dapat memberikan tanggapan kepada peserta yang lolos administrasi sampai nanti pada hasil seleksi wawancara.

”Masukan dari Bawaslu Ponorogo akan kami konfirmasikan saat melakukan wawancara dengan 2 peserta yang diduga merupakan pengurus parpol,” pungkasnya.(end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar