Peristiwa

KPK Sita 4 Bidang Tanah Milik MKP Mantan Bupati Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Buntut pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Mojokerto, pejabat, Kepala Desa (Kades) hingga orang dekat mantan Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa (MKP) berakhir dengan penyitaan aset milik MKP. Sebanyak empat bidang disita dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Sebanyak empat bidang tanah milik mantan Bupati Mojokerto dua periode di Dusun Kemantren Wetan, Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Lembaga anti rasuah memasang plakat penyitaan pada, Kamis (27/2/2020). Empat bidang tanah dengan total luas lahan kurang lebih 12 hektar.

Penyitaan empat bidang lahan Leter C dan lahan di dalam CV Musika seluas 6.000 meterĀ  persegi dan di luar CV Musika seluas 5.664 meter persegi. Dari informasi yang didapat, sebidang tanah dengan tanaman tebu di Dusun Kemantren Wetan, Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto tersebut merupakan milik warga bernama Kholis.

Kepala Desa (Kades) Terusan, Eko Adi Sutarno membenarkan, terkait penyitaan yang dilakukan tim penyidik KPK pada Kamis kemarin. “Untuk luasan yang disita, setiap satu bidangnya memiliki luasan 3.300 meter persegi, kalau empat ya tinggal di kalikan,” ungkapnya, Jumat (28/2/2020).

Masih kata Eko, tanah yang disita tim penyidik KPK tersebut merupakan milik MKP yang dibeli melalui orang dekat MKP yakni Nono Santoso pada tahun 2015 lalu. Dengan harga jual satu bidang sebesar Rp500 juta, keseluruhan empat bidang tanah yang dibeli MKP mencapai Rp2 milyar.

“Dulu milik bapak Kholis kemudian di beli oleh bapak Sumari. Kalau bapak Sumari ini, dimungkinkan sebagai penjembatan ke Nono,” tegasnya.

Di awal tahun 2020, tim penyidik KPK datang tiga kali ke Mojokerto. Kedatangan tim penyidik KPK pertama selama satu minggu di Polresta Mojokerto pada tanggal 21 Januari 2020 lalu. Kali kedua, tim penyidik KPK kembali datang pada tanggal 18 Februari 2020.

Tim penyidik KPK datang ketiga kalinya pada tanggal 26 Februari 2020. Tim penyidik KPK memanggil Bupati Mojokerto, pejabat Pemkab Mojokerto, Kades, sejumlah anggota keluarga yang juga berada dalam manajemen CV Musika, bahkan pihak swasta.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar