Peristiwa

KPK: Bupati Sidoarjo Dapat Jatah Rp 550 Juta

Jakarta (beritajatim.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait dengan Pengadaan Proyek Infrastruktur di Dinas PUPR Kabupaten Sidoarjo. KPK menyebut Saiful menerima jatah Rp 550 juta.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, IGR (Ibnu Ghopur) dan TSM (Totok Sumedi) yang merupakan pihak swasta diduga memberikan sejumlah fee kepada beberapa pihak di Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Pemberian tersebut telah dilakukan pada 7 Januari 2020, sebelum OTT. Yakni kepada Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Sanadjihitu Sangadji (SSA) diduga menerima sebesar Rp300 juta pada akhir September.

“Sebanyak Rp200 juta di antaranya diberikan kepada Bupati SFI pada Oktober 2019,” kata Alexander di kantornya, semalam.

Dia menambahkan, uang juga diberikan kepada Judi Tetrahastoto (JTE) selaku Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo Rp 240 juta dan pada 3 Januari 2020 kepada Sunarti Setyaningsih (SST) selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo sebesar Rp 200 juta.

“Kemudian pada tanggal 7 Januari 2020, IGR diduga menyerahkan fee proyek kepada SFI, Bupati Sidoarjo, sebesar Rp350 juta dalam tas ransel melalui N (Novianto, red), ajudan bupati di rumah dinas,” katanya.

Sementara, Saiful membantah menerima fee atau komisi terkait proyek infrastruktur di Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Dia mengatakan tidak tahu menahu soal pemberian suap. Saiful pun menegaskan, akan membuktikan nanti di persidangan. “Ya kita kurang tahu. Saya sendiri nggak dapat apa-apa,” kata Saiful saat akan ditahan di rutan KPK. [hen/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar