Peristiwa

Kota Malang Zona Merah, Ibadah Misa Natal Bisa Sehari 11 Kali

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata.

Malang (beritajatim.com) – Kota Malang kembali masuk zona merah atau daerah dengan resiko tinggi penyebaran Covid-19. Akibat kondisi ini, perayaan ibadah natal di Kota Malang harus dilakukan dengan pengetatan jumlah jemaat agar tidak terjadi kerumunan.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan ibadah natal tetap boleh digelar asal dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Diantaranya, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Salah satu yang disiasati adalah memperbanyak kloter saat misa natal.

“Misalnya, misa dijadwalkan sehari tiga kali. Bisa digelar 10 atau sampai 11 kali. Ini sangat penting (pembatasan) karena kita semua sedang prihatin dengan kondisi sekarang,” ujar Sutiaji, Kamis, (17/12/2020).

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan, imbauan polisi adalah melaksanakan ibadah natal secara online. Imbauan itu sudah diberikan ke pengurus gereja se Kota Malang. Namun, jika ibadah tetap dilakukan secara konvensional maka harus dengan pembatasan jemaat.

“Kami mengimbau untuk melaksanakan ibadah secara virtual di kediaman masing masing. Kami juga imbau pengurus gereja untuk membatasi jumlah jemaat yang mengikuti ibadah. Kalau bisa jumlah jemaat tidak hanya 50 persen, tapi diturunkan hingga 30 persen. Selain itu kami juga minta agar menerapkan protokol kesehatan secara betul,” tandas Leonardus. [luc/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar