Peristiwa

Korpi PMII Sampang Tuntut Kasus Kekerasan Seksual Diusut Tuntas

Aksi Kopri PC PMII Sampang

Foto: Aksi demonstrasi Kopri PC PMII Sampang

Sampang (beritajatim.com) – Korps Puteri (Kopri) Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Sampang, menggelar demonstrasi susulan ke markas Kepolisian setempat, Kamis (8/10/2020).

Dalam orasinya, para mahasiswi ini menuntut polisi untuk segera menuntaskan sejumlah kasus kekerasan seksual yang terjadi sepanjang 2020. Antara lain, kasus pemerkosaan bergilir 6 orang pelaku di Kecamatan Torjun dan Pangarengan dan kasus pemerkosaan anak di bawah umur yang dilakukan oleh ayah tirinya.

Pantauan di lokasi, pendemo juga membentangkan sepanduk sekitar lima meter dan beberapa poster bertuliskan “Menolak lupa tangkap semua pelaku kekerasan seksual di kabupaten Sampang”.

Korlap aksi Miatul Khoir mengatakan bahwa, situasi di Kabupaten Sampang tidak aman bagi para kaum hawa. Sebab, marak terjadi kasus kekerasan dan pelecahan terhadap perempuan. “Aksi kami ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, bahwa Sampang dalam situasi darurat kekerasan seksual,” teriaknya di depan kantor Polres Sampang.

Pendemo juga menuding, Polres Sampang terkesan setengah hati mengungkap semua kasus kekerasan seksual. Buktinya dari beberapa kasus yang ditangani masih ada lima tersangka yang sampai sekarang belum juga ditangkap.

Karen itu, pihaknya menuntut Polres Sampang segera menangkap semua pelaku kekerasan seksual, polisi diharapkan lebih tegas dan serius dalam penanganan kasus kekerasan seksual. “Aparat Penegak Hukum (APH) harus melakukan langkah dan upaya preventif untuk meminimalisir maraknya kasus kekerasan seksual di Sampang,” pintanya.

Tak hanya itu, sebelum meninggalkan Mapolres, masa mengancam akan terus melakukan aksi serupa jika para pelaku atau tersangka pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap perempuan belum ditangkap. “Kami Kopri PC PMII Sampang tidak akan berhenti menggelar aksi demonstrasi selama Polres Sampang tidak bisa menangkap semua pelaku kasus kekerasan seksual,” ancam pendemo.[sar/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar