Peristiwa

Korban Terakhir Perahu Tenggelam Ditemukan di Radius 25 Kilometer

Tim SAR gabungan mengevakusi jenazah korban terakhir perahu tenggelam di penyeberangan Sungai Brantas Desa Kepuhdoko, Tembelang, Rabu (4/3/2020)

Jombang (beritajatim.com) – Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan korban terakhir perahu tenggelam di Sungai Brantas pada radius 25 kilometer dari titik lokasi kejadian, Rabu (4/3/2020). Korban berjenis kelamin perempuan atas nama Anista Sugandis atau Anis (18), warga Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang. Saat ditemukan korban dalam kondisi meninggal.

Komandan Tim SAR gabungan Novix Heriyadi menjelaskan, penemuan mayat terakhir tersebut berawal dari informasi warga. Yakni, sekitar pukul 07.15 WIB tim SAR mendapatkan laporan dari warga bahwa ada jasad mengapung di Sungai Brantas.

Selanjutnya, tim bergerak ke lokasi. Jasad tersebut kemudian dipinggirkan ke lokasi penyeberangan Sungai Brantas Desa Kepuhdoko, Kecamatan Tembelang Jombang. Dari situ diketahui, jenazah seorang perempuan mengenakan jaket merah. Selanjutnya, jasad tersebut dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Jombang guna identifikasi.

“Informasi dari keluarga, korban Anis mengenakan jaket warna merah. Jadi bisa dipastikan bahwa yang kita temukan hari ini adalah Anista Sugandis atau Anis. Dengan ditemukannya Anis, berarti seluruh korban sudah ditemukan. Selanjutnya, operasi pencarian hari ini kita tutup,” ujar Novix ketika berada di kamar jenazah RSUD Jombang.

Sementara itu, Sukar (55), warga Dusun Klaci tak bisa menyembunyikan kesedihannya ketika berada di kamar mayat. Sukar merupakan ayah dari Anis. Dia juga membenarkan bahwa jenazah yang baru ditemukan itu adalah anaknya. Sukar merupakan korban selamat dalam tragedi perahu tenggelam itu.

Diberitakan sebelumnya, perahu penyeberangan Sungai Brantas mengalami kecelakaan pada Sabtu (29/2/2020) sekira jam 22.00 WIB. Perahu berisi 5 penumpang dan 1 pengemudi serta tiga sepeda motor. Perahu berangkat dari Dusun Sentanan, Desa Ngrombot, Kecamatan Patianrowo, Nganjuk, menuju Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang.

Di tengah perjalanan mesin perahu tiba-tiba mati karena arus deras. Perahu hanyut ke arah utara, kemudian penumpang menyelamatkan diri dengan menceburkan diri ke sungai. Dua orang berhasil selamat, sedangkan empat korban lainnya dalam pencarian. Dua korban selamat adalah Feriansyah (25), warga Dusun Sentanan, Desa Ngrombot, Kecamatan Patinrowo, Nganjuk dan Sukar (55), warga Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo.

Pencarian hari kedua, Senin (2/3/2020), tim SAR menemukan dua jenazah korban di penyeberangan Desa/Kecamatan Megaluh atau delapan kilometer dari lokasi kejadian. Hasil identifikasi, dua jenazah itu masing-masing Serda Dadang Agung Wicaksono, warga Dusun Sentanan, Desa Ngrombot, Kecamatan Patianrwo, Nganjuk, dan Surip (45), warga Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang.

Pencarian hari ketiga, Tim SAR menemukan jasad perempuan di penyeberangan Sungai Brantas Desa/Kesamben, Jombang, Selasa (3/3/2020). Hasil identifikasi, korban adalah Lutvia Dwi Septina atau Septi (23), warga Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh. Nah, pada pencarian hari ke-4, Rabu (4/3/2020), tim kembali menemukan jasad perempuan, yakni Anista Sugandis atau Anis (18), warga asal Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo. Dengan demikian, seluruh korban tragedi perahu terbalik itu sudah ditemukan semua. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar