Peristiwa

Korban Tenggelam di Sungai Pikatan Mojokerto Belum Ditemukan, Pencarian Dihentikan

Tim melakukan penyisiran di Sungai Pikatan Dusun Kedung Rupit, Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Hingga hari ke-7, korban tenggelam, Achmad Safii (24) yang tenggelam di Sungai Pikatan Dusun Kedung Rupit, Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Sehingga Basarnas Surabaya menghentikan pencarian korban.

Koordinator Basarnas Surabaya, Ainul Makhdin mengatakan, di hari ke tim membagi lima Search and Rescue Unit (SRU). “4 SRU air dan 1 SRU darat. Pencarian yang kita luas sampai pintu air Rolak 9, dari lokasi korban tenggelam sejauh 20 KM. Kendalanya masih sama, arus yang jeram dan banyak bebatuan,” ungkapnya, Kamis (1/4/2021).

Masih kata Ainul, tim sudah melakukan observasi pada, Rabu (31/3/2021) kemarin untuk melihat debit air Sungai Pikatan jika dilakukan penyelaman. Sehingga di hari ke-7 dilakukan penyelaman. Ada dua orang yang menyelam dengan kedalaman 5 meter sampai 7 meter, namun korban masih belum ditemukan.

“Arus cukup deras. Tim selam juga mencium bau tapi belum bisa dipastikan itu bau apa, bisa juga bau binatang. Baunya amis sehingga dilakukan penyelaman, 200 meter dari titik jatuhnya korban. Barang-barang milik korban yang sudah ditemukan, ada sandal kemarin ditemukan 200 meter dari lokasi korban tenggelam. Ini hari terakhir, hari ke-7,” katanya.

Basarnas akan melakukan evaluasi bersama pihak keluarga, perangkat desa setempat. Proses pencarian dihentikan, sesuai SOP 7 hari pencarian korban tenggelam yang nantinya dilanjutkan pemantauan di beberapa titik. Pihak keluarga dari pemuda warga Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto tersebut merelakan jika proses pencarian dihentikan. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar