Peristiwa

Korban Percobaan Pembunuhan di Mojokerto Masih Dirawat Intensif di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo

Kedua korban menjalani perawatan di ICU RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Korban percobaan pembunuhan, Yasin (70) dan Muripa (65) masih menjalani perawatan intensif di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Pasangan suami-istri (pasutri) ini menjadi korban percobaan pembunuhan yang dilakukan anak kandungnya sendiri, Adi Murdiyanto Hermanto (27).

Kondisi Yasin (70) terbaring lemah di ruangan ICU rumah sakit milik Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto tersebut dengan perban warna putih membalut bagian dagu dan leher korban serta terdapat alat bantu pernapasan selang oksigen di bagian hidung. Rencananya, korban akan menjalani operasi akibat luka parah yang dialaminya di bagian leher.

Sementara, kondisi Muripah (65) sudah membaik dan dipindahkan ke duang Kertabumi. Korban dirawat di kamar perawatan tanpa alat pernapasan selang oksigen dan hanya selang infus yang menancap di tangan kanan. Keduanya dirujuk dari RS Sido Waras Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto pada, Minggu (27/9/2020) kemarin.

Plt Direktur RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo, dr Triastutik Sri menjelaskan, pihaknya menerima rujukan dari RS Sido Waras atas nama pasien Yasin pada Minggu (27/9/2010) sekira pukul 08.00 WIB. Sementara, istri Musipah dirujuk sekira pukul 10.00 WIB. “Saat dibawa ke sini kondisi pasien Glasgow Coma Scale (GCS) kondisi kesadaran baik,” ungkapnya, Senin (28/9/2020)

Masih kata dr Trias, sebelumnya RS Sido Waras sudah melakukan tindakan darurat terhadap kedua pasien warga Dusun Kuripan RT 3 RW 04, Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto tersebut. Diantaranya adalah hecting yaitu dijahit situasi atau sementara untuk menghentikan pendarahan.

“Saat dibawa ke sini (RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo) kondisi pasien kesadaran baik. Namun pasien Yasin kesakitan sehingga sempat susah berbicara. Ditemukan luka di bagian leher sekitar 15 cm dan kedalaman nyaris menyentuh Trakea kurang lebih 2 sampai 3 cm. Ada gelombang-gelombang udara yang masuk dibawah kulit karena luka tadi,” katanya.

Ini yang menjadi alasan bapak tiga anak ini masih menjalani perawatan di ICU RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Sehingga dokter belum memindahkan ke ruang perawatan seperti sang istri, Muripah. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar