Peristiwa

Korban Meninggal Perahu Tenggelam Mayoritas Perempuan

Sumenep (beritajatim.com) – Korban meninggal dalam kecelakaan laut kapal motor (KM) Arim Jaya yang tenggelam di Perairan Giliyang, sebagian besar perempuan.

“Dari 16 korban meninggal, 14 diantaranya perempuan. 12 perempuan dewasa dan 2 anak-anak. Sedangkan 2 korban lagi laki-laki, tapi anak-anak,” kata Kapolres Sumenep, AKBP Muslimin, Selasa (18/06/2019).

Pada Senin (17/06/2019) terjadi kecelakaan laut pada KM Arim Jaya di Perairan antara Sapudi-Giliyang, Kabupaten Sumenep  diduga akibat cuaca buruk.

Perahu berangkat dari Pulau Gowa-gowa, Kecamatan Raas, akan menuju Pelabuhan Dungkek. Ternyata setiba di Perairan antara Sepudi – Giliyang, perahu dihantam ombak besar hingga terguling dan tenggelam.

Perahu tersebut memuat 60 penumpang. 16 diantaranya meninggal (bukan 17 seperti sebelumnya: red), 5 hilang, dan 39 selamat.

“Sebelumnya disebutkan korban meninggal 17, karena ada 1 kantong mayat yang diduga berisi dua jenazah. Ternyata saat dibuka untuk identifikasi, hanya berisi 1 jenazah, bukan 2. Jadi korban yang ditemukan meninggal saat ini 16 orang,” papar Muslimin.

Ia mengaku berterima kasih kepada keluarga korban yang ikut mempermudah identifikasi korban. Dengan demikian, diharapkan proses identifikasi jenazah bisa segera dituntaskan.

“Keterangan keluarga korban ini sangat membantu kami untuk proses identifikasi jenazah. Jadi bisa lebih cepat mengenali korban,” terangnya. (tem/ted).

Apa Reaksi Anda?

Komentar