Peristiwa

Korban Meninggal Kecelakaan Bus Pariwisata Masuk Sungai di Blitar Bertambah

Warga sedang mengevakuasi salah satu korban kecelakaan bus yang sungai di Blitar

Blitar (beritajatim.com) – Jumlah korban meninggal dalam kecelakaan Bus Pariwisata Febrian Anugrah Trans di Jembatan Kalilegi, Kesamben, Blitar bertambah menjadi lima orang. Satu korban meninggal terakhir bernama Ridwan, warga Dusun Sembung, Desa Pagergunung, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.

Ridwan diduga adalah pengendara sepeda motor yang turut menjadi korban. Dia ditengarai tertabrak bus yang banting setir setelah menghindari sebuah kendaraan yang berhenti di tengah jalan. Ridwan ikut terjun bersama bus rombongan guru dan pengawas TK dari Tulungagung.

Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi blitar Woro ketika dikonfirmasi melalui ponselnya membenarkan bahwa ada  5 korban yang meninggal akibat kecelakaan tersebut. “Total korban yang meningeal menjadi 5 orang,” ujar Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar, Woro.

Sementara itu, total korban yang dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi sebanyak 29 orang, termasuk 5 di antaranya dinyatakan meninggal. Sedangkan pasien yang masih hidup dikategorikan mengalami luka sedang dan berat.

Pasien luka sedang pada umumnya mengalami trauma di kepala, patah tulang, sampai cedera kepala ringan. Dua pasien lainnya dikategorikan luka berat, lantaran ketika dibawa ke rumah sakit sudah dalam kondisi kritis. Sehingga dimungkinkan akan diambil tindakan operasi.

Pasien korban kecelakaan yang mengalami luka, juga menjalani perawatan di Puskesmas Kesamben, dan RS Budi Mulya. “Semua bisa tertangani di RSUD Wlingi. Jadi kita sudah siapkan kamar operasi CT Scan begitu tahu trauma berat. Tim dokter juga sudah siap kalau ada tindakan operasi. Ambulans juga siap, sampai sekarang masih kita tangani,” tutup Woro. [nng/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar