Peristiwa

Korban Keganasan KKB Papua asal Probolinggo Menuntut Keadilan

Dr. Totok Sugiharto SH MHum, penasihat Bromo Lawyer Club, saat memberi keterangan pengawalan kasus Baidlowi

Probolinggo (beritajatim.com) – Korban kekerasan di Bumi Papua meminta pemerintah tidak hanya fokus mengusut kasus kematian Pendeta Yeremia Zanambani. Sejumlah kasus kematian menimpa masyarakat biasa juga harus diusut serius demi keadilan.

Demikian pernyataan Erfaningsih (40), istri Almarhum Ahmad Baidlowi, warga Desa Dawuhan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, korban penganiayaan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

“Kami meminta aparat penegak hukum serius mengusut kematian suami saya. Ia memang hanya tukang ojek, tapi dimata keluarga ia pahlawan. Ada anak kami yang masih sekolah dasar kehilangan bapak dan kepastian biaya pendidikan,” katanya lirih mengenang Almarhum Baidlowi, Senin (16/11/2020).

Rohilin (30), anak angkat almarhum menjelaskan, sejak kematian Baidlowi, tak satupun penegak hukum maupun perwakilan pemerintah mengabarkan pengusutan kasusnya. “Kami juga meminta keadilan. Ayah kami juga korban kekerasan di Papua. Penegak hukum setidaknya bersedia menyampaikan perkembangan kasusnya,” kata dia.

Menanggapi tuntutan keluarga korban kekerasan KKB Papua, untuk wilayah Probolinggo, Penasihat komunitas Bromo Layer Club, Dr. Totok Sugiharto, SH Mhum, menyatakan siap mengawal perkembangan kasus Baidlowi. Bahkan dosen Universitas Panca Marga Probolinggo itu berharap, korban-korban lain juga satu suara menuntut keadilan.

“Saya harap pemerintah harus perduli. Terutama penegak hukum. Ini penegakan keadilan. Walau Probolinggo ini kota kecil, kejadian seperti ini pemerintah daerah dan pusat harus perduli. Kami akan menginvestigasi, pul data (pengumpulan data) dan pulbaket (pengumpulan bahan keterangan). Kita akan mencari data di Jakarta, sejauh mana pengusutan kasus Baidlowi,” katanya.

Sekedar diketahui, Bromo Lawyer Club (BLC), adalah komunitas para pengacara di Probolinggo, dengan misi kemanuasiaan. Sejumlah lawyer senior menjadi punggawanya. Seperti Putut Gunawarman, Budi Santoso, dan Hasmoko. BLC menjadi jujugkan masyarakat Tapal Kuda untuk menyelesaikan berbagai persoalan hukum.

Dihubungi terpisah, Kapolres Probolinggo, AKBP Ferdy Irawan, menyatakan, akan mempelajari data soal kematian Ahmad Baidlowi. “Mohon waktu saya akan cari datanya dulu ya cak,” ujar perwira dua melati itu melalui pesan whatsApp.

Sebelumnya pada Sabtu (19/9/2020), serangkaian peristiwa kekerasan hingga merenggut nyawa kembali terjadi di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Dua korban tewas Pendeta Yeremia Zanambia, dan Ahmad Baidlowi, warga Probolinggo.

Desakan mengusut tuntas kasus tersebut kemudian datang dari sejumlah pihak. Hingga Kemeko Polhukam membentuk tim pencari fakta mengungkap kasus hingga dalang kekerasan. Berharap tim pencari fakta tidak hanya fokus mengusut tewasnya Pendeta Yeremia, keluarga almarhum Ahhmad Baidlowi, juga ikut mencari keadilan. [eko/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar