Peristiwa

Nelayan Hilang Tenggelam

Korban Kedua Ditemukan Tak Jauh dari Lokasi Korban Pertama

Sumenep (beritajatim.com) – Pencarian terhadap nelayan yang hilang tercebur laut di Perairan Giligenting, Kabupaten Sumenep kembali membuahkan hasil. Setelah satu korban ditemukan, kali ini korban kedua juga ditemukan.

“Korban kedua atas nama Hafik, ditemukan di Perairan Giliraja, tidak jauh dari tempat ditemukannya Halipi, korban pertama dalam musibah itu,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Selasa (12/01/2021).

Sebelumnya, dua warga Dusun Pesisir, Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan, hilang di Perairan Giligenting saat memancing ikan bersama lima teman lainmya, menggunakan perahu. Korban hilang itu adalah Hafik (21) dan Halipi (24). Halipi telah berhasil ditemukan mengapung di Perairan Giliraja dalam kondisi meninggal.

Nelayan Hilang Tenggelam
Korban Kedua Ditemukan Tak Jauh dari Lokasi Korban Pertama
Sumenep (beritajatim.com) – Pencarian terhadap nelayan yang hilang tercebur laut di Perairan Giligenting, Kabupaten Sumenep kembali membuahkan hasil. Setelah satu korban ditemukan, kali ini korban kedua juga ditemukan.
“Korban kedua atas nama Hafik, ditemukan di Perairan Giliraja, tidak jauh dari tempat ditemukannya Halipi, korban pertama dalam musibah itu,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Selasa (12/01/2021).
Sebelumnya, dua warga Dusun Pesisir, Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan, hilang di Perairan Giligenting saat memancing ikan bersama lima teman lainmya, menggunakan perahu. Korban hilang itu adalah Hafik (21) dan Halipi (24). Halipi telah berhasil ditemukan mengapung di Perairan Giliraja dalam kondisi meninggal.
Evakuasi korban dilakukan tim Basarnas dibantu nelayan setempat. Jenazah Hafik dibawa perahu nelayan dan diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan. Sementara tim Basarnas melanjutkan pencarian dengan perahu karet, menyisir perairan Giliraja ke arah timur laut.
“Tak berselang lama, mendapat informasi lagi dari warga, jika Hafik ditemukan juga di Perairan Giliraja dalam keadaan meninggal,” ujar Widiarti.
Kedua jenazah nelayan itu berhasil dibawa ke daratan dan diantarkan menuju rumah duka. Jemazah diserahkan pada keluarga korban untuk dimakamkan.
“Kedua keluarga korban tidak berkenan dilakukan otopsi dan menganggap kejadian tersebut merupakan musibah serta takdir dari yang Maha Kuasa,” ucap Widiarti.
Musibah itu berawal ketika salah satu korban yakni Ufais alias Hafik hendak buang air kecil. Karena cuaca saat itu hujan dan kondisi licin, korban terpeleset dan jatuh ke laut. Melihat temannya jatuh, Halipi spontan langsung melompat ke laut untuk menolong Hafik. Tapi ternyata Halipi juga hilang ditelan ombak. [tem/but]
Evakuasi korban dilakukan tim Basarnas dibantu nelayan setempat. Jenazah Hafik dibawa perahu nelayan dan diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan. Sementara tim Basarnas melanjutkan pencarian dengan perahu karet, menyisir perairan Giliraja ke arah timur laut.

“Tak berselang lama, mendapat informasi lagi dari warga, jika Hafik ditemukan juga di Perairan Giliraja dalam keadaan meninggal,” ujar Widiarti.

Kedua jenazah nelayan itu berhasil dibawa ke daratan dan diantarkan menuju rumah duka. Jemazah diserahkan pada keluarga korban untuk dimakamkan.

“Kedua keluarga korban tidak berkenan dilakukan otopsi dan menganggap kejadian tersebut merupakan musibah serta takdir dari yang Maha Kuasa,” ucap Widiarti.

Musibah itu berawal ketika salah satu korban yakni Ufais alias Hafik hendak buang air kecil. Karena cuaca saat itu hujan dan kondisi licin, korban terpeleset dan jatuh ke laut. Melihat temannya jatuh, Halipi spontan langsung melompat ke laut untuk menolong Hafik. Tapi ternyata Halipi juga hilang ditelan ombak. [tem/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar