Peristiwa

Korban Kebakaran Pasar Blauran Sempat Gedor Pintu tapi Tak Bisa Keluar

Petugas melakukan pemadaman api di ruko sekitar Pasar Blauran, Surabaya, Minggu (30/8/2020).(Manik Priyo Prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Sembari menggendong anaknya, Amidah (30) warga sekitar Pasar Blauran, Surabaya, mengaku mendengar orang gedor pintu, Minggu (30/8/2020). Usai mendengar suara gedor pintu besi jenis harmonika dan roling door, Amidah pun kaget melihat asap mulai keluar dari antara sela lubang.

Tak plak ia pun berteriak dan warga pun mulai berdatangan. Sampai akhirnya petugas penjaga pasar pun menghubungi 112 melaporkan kejadian kebakaran di Toko Elektronik UD Sumber Jaya ini.

“Saya awalnya sedang momong anak. Tapi dengar ada orang gedor-gedor pintu dan asap keluar dari sela pintu. Kaget saya langsung teriak,” ucapnya kepada jurnalis.

Usai melaporkan petugas pemadam kebakaran pun tiba. Hanya saja petugas yang membuka pintu mengaku kesulitan. Awalnya satu pintu besi jenis harmonika sudah terhuka. Hanya saja, petugas pun tak bisa masuk karena pintu rolling door juga tertutup.

Bahkan, etalase juga menghalangi pintu yang dipakai petugas untuk masuk ke ruko. Sampai akhirnya kedua pintu terbuka, petugas kesulitan dan terganggu asab tebal.

“Awalnya kita buka pintu pertama eh ada pintu lagi rolling door. Setelah dua pintu terbuka asap tebal keluar dan petugas kesulitan melihat ke toko. Bahkan ada almari etalase juga menghalangi,” jelas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Dedik Irianto kepada jurnalis.

Lebih lanjut Dedik menjelaskan, tercatat setidaknya ada lima orang korban terbakar. Kelimanya yakni nenek, anak, cucu serta seorang pegawai. Berikut lima ientitas korban kebakaran ruko Pasar Blauran Surabaya. Budi Susanto (33), Agus Susanto (35), Melani (35), Ellie (36), serta dua keluarga lainnya yakni ibu kandung Budi Susanto yang berusia 60 tahun, dan salah satu anak dari Budi Susanto yang berusia 15 tahun. [man/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar