Peristiwa

Korban Banjir Lamongan Lega Ada Bantuan Sembako dari PG

Warga Lamongan yang terkena dampak banjir menerima bantuan sembako

Lamongan- (beritajatim.com)- Korban banjir di Kabupaten bernafas lega setelah mendapat bantuan 1.000 paket sembako dari Petrokimia Gresik (PG). Bantuan itu diserahkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Bantuan paket sembako berupa beras (5 kg), minyak goreng (1 liter), gula (1 kg), dan mie instan (3 bungkus). Bantuan CSR ini selanjutnya akan didistribusikan kepada korban banjir yang tersebar di 35 desa dalam tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Lamongan. Beberapa kecamatan itu, antara lain Kecamatan Karangbinangun, Glagah, Deket, Kalitengah, Turi, Karanggeneng dan Kecamatan Pucuk.

Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik Yusuf Wibisono menuturkan, meski wilayah operasional perusahaan berada di Gresik. Namun, perusahannya berempati terhadap korban banjir di Lamongan luapan Sungai Bengawan Solo dan Bengawan Jero yang merendam beberapa daerah di Lamongan.

“Perekonomian warga setempat terganggu, sehingga membutuhkan bantuan untuk bertahan dan upaya pemulihan. Selain itu, berdasarkan data yang kami terima, tidak sedikit lahan pertanian yang terendam banjir dan menyebabkan petani gagal panen,” tuturnya, Jumat (12/2/2021).

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Lamongan menyebutkan banjir di Lamongan merendam lahan padi seluas 1.745 hektar dengan perkiraan kerugian mencapai Rp 21,2 miliar, dan merendam 36 hektare lahan polowijo.

Selama ini, kata Yusuf, pertanian di Kabupaten Lamongan telah diakui kualitasnya baik di level provinsi maupun nasional. Lamongan dikenal sebagai lumbung pangan peringkat pertama di Provinsi Jawa Timur, dan masuk jajaran lima besar nasional.

Tahun lalu, jumlah produksi padi Kabupaten Lamongan sebanyak 0,87 juta ton. Disusul Kabupaten Ngawi sebanyak 0,83 juta ton, dan Kabupaten Bojonegoro sebanyak 0,74 juta ton. “Selama ini sektor pertanian Kabupaten Lamongan mampu menahan turunnya pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi. Untuk itu, kita harus pulihkan pertanian Lamongan pasca banjir nanti,” ujar Yusuf.

Selain itu, banjir Lamongan juga merendam tambak seluas 8.416 hektare dengan kerugian mencapai Rp38,2 miliar. Serta menggenangi 2.446 rumah dengan total 2.672 Kepala Keluarga (KK). “Mudah-mudahan banjir di Lamongan segera surut, dan perekonomian serta produktivitas pertaniannya kembali pulih seperti semula,” pungkas Yusuf. [dny/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar