Peristiwa

Korban Banjir di Mojokerto Disiapkan 1500 Nasi Bungkus

Para relawan menyiapkan nasi bungkus untuk korban terdampak banjir di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Banjir yang terjadi di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto sejak, Minggu (2/2/2020) lalu, hingga saat ini masih menggenangi puluhan rumah warga. Akibatnya, warga di dua dusun tersebut tidak bisa beraktivitas seperti memasak.

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto mendirikan Dapur Umum (DU) untuk membantu kebutuhan warga. Di hari pertama, Selasa (4/2/2020), ada sebanyak 1.500 nasi bungkus yang disiapkan. Ribuan nasi bungkus tersebut didistribusikan ke rumah warga terdampak.

Kepala DU, Imam Saifudin mengatakan, jika DU didirikan sejak Selasa siang. “Sesuai dengan permintaan warga, kami siapkan 1.500 nasi bungkus untuk makan sore. Ini sudah mulai didistribusikan ke rumah warga terdampak air banjir dan langsung habis,” ungkapnya.

Masih kata Imam, gabungan 15 relawan di Kabupaten Mojokerto dilibatkan dalam DU di Desa Tempuran. Sekitar 30 relawan mulai melakukan aktivitas memasak untuk memenuhi kebutuhan makan warga terdampak banjir luapan Avur Sungai Watudakon yang berada di timur desa.

“Hari pertama, masih satu kali masak. Untuk besok, dua kali jadi kita siapkan 3 ribu nasi bungkus untuk besok. Karena rata-rata warga tidak bisa masak karena banjir masuk rumah, untuk yang tidak terdampak langsung tidak bisa masak karena tidak ada mlijo (penjual sayur) lewat,” katanya.

DU akan terus didirikan sampai air banjir surut dan sesuai instruksi dari Bupati Mojokerto. Selain merendam rumah warga di dua dusun yakni Dusun Tempuran dan Bekucuk, banjir juga merendam fasilitas umum lainnya. Diantaranya, jalan desa, sekolah, Balai Desa, tempat peribadatan hingga area persawahan.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar