Peristiwa

Korban Bacokan di Simojawar Surabaya Diduga Masalah Ini

Surabaya (beritajatim.com) РKasus pembacokan di jalan Simojawar Simokerto Surabaya terus didalami pihak kepolisian. Korban pembunuhan atas nama DM (35) yang tinggal bersama istri sirinya  tergeletak dan menghembuskan nafas terakhirnya di sekitar rumah kosnya.

Kapolsek Simokerto, Kompol Ade Crishtian Manapa menjelaskan, menurut saksi korban sebelum dibacok sedang duduk sendirian di depan warkop yang tutup.

Kemudian ada orang yang datang dengan membawa senjata tajam dan membabibuta menyabetkan senjata tajam. Tak tahu berapa kali bacokan, saksi yang takut ini pun tak berani menyelamatkan korban. Sampai akhirnya korban tergeletak di jalan bersimbah darah dan ditutup kardus bekas.

“Usai meninggal warga menutupi pakai kardus. Kemungkinan motif asmara. Karena diduga sang istri siri ini belum bercerai secara resmi. Tapi istri sudah menikah atau bersama korban tinggal satu atap,” jelasnya kepada¬†beritajaim.com.

Usai DM meninghal warga pun menghubungi nomor darurat. Hingga akhirnya petugas kepolisian dari Polsek Simokerto dan inafis datang untuk melakukan olah tempat kejadian. Dugaan kuat motif asmara ini juga diperkuat dengan korban dan pasangannya yang satu kos ini tak memiliki surat resmi. Baik itu surat nikah sah secara negara maupun surat resmi nikah siti.

“Korban diketahui warga Burlajeng, Sampang, Madura. Sedangkan pasangannya RS (34) wargaPandan Oben, Sampang juga,” lanjut Kapolsek.

Lebih lanjut Kompol Ade menjelaskan, kasus ini masih ditangani polisi. Petugas mencari barang bukti baik kamera oengintai maupun keterangan saksi. Untuk identitas pelaku pihaknya belum bisa teridentifikasi karena petugas tak mau mengambil kesimpulan sebelum ada bukti.

Sementara korban yang sudah meninggal ini sudah dilarikan ke kamar mayat guna dilakukan identifikasi. Apakah penyebab kematian dari korban ini. (man/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar