Peristiwa

Kontroversi JFC Dibahas Sore Ini di Pendapa Jember

Jember (beritajatim.com) – Kontroversi Jember Fashion Carnaval membuat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, bergerak cepat. Pertemuan digelar di Pendapa Wahyawibawa, Selasa (6/8/2019) sore.

Hadir dalam pertemuan itu Bupati Faida, Wakil Bupati Abdul Muqit Arief, Kepala Kepolisian Resor AKBP Kusworo Wibowo, Kasdim 0824 Jember Mayor Sampak, Ketua Pengurus Cabang NU Jember, Ketua Majelis Ulama Indonesia, Ketua PCNU Kencong, Ketua Front Pembela Islam, Ketua Lajnah Pendidikan Akhlak Islam, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Ketua Muslimat, Ketua Gerakan Pemuda Ansor, dan sejumlah ulama.

Pembahasan dimulai pukul 14.30. Kusworo mengatakan, pertemuan ini dibuat agar aspirasi para kiai dan tokoh agama bisa tersampaikan ke pemerintah daerah maupun ke panitia JFC. “Insya Allah keresahan para kiai berakhir hari ini dan apa yang menjadi kelalaian JFC tidak akan terulang di kemudian hari,” katanya.

Pertemuan berlangsung tertutup dan tidak boleh diliput media massa. “Ya supaya semua pihak bisa menyampaikan aspirasi dengan terbuka tanpa tedeng aling-aling. Nanti setelah pertemuan, teman-teman media bisa mewawancarai semua pihak,” kata Kusworo. 

JFC adalah karnaval fesyen di atas jalan raya sepanjang 3,6 kilometer dan diikuti 600 orang model yang berasal dari warga biasa. Tahun ini adalah tahun ke-18 penyelenggaraannya. Saat ini perhelatan itu tengah ramai dibahas di media sosial masyarakat Jember, karena penampilan seksi dan terbuka sebagian pesertanya, terutama artis Cinta Laura. [wir/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar