Peristiwa

Kondisi Terkini Gunung Raung di Banyuwangi

Semburan abu vulkanik Gunung Raung masih terpantau meskipun intensitasnya cenderung menurun. (rindi)

Banyuwangi (beritajatim.com) – Aktivitas erupsi Gunung Raung terpantau mengalami penurunan. Kondisi itu terlihat dari jumlah dan besarnya kegempaan gunung setinggi 3332 Mdpl itu.

Pos Pengamatan Gunung Api Raung di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon mencatat, gempa tremor menerus turun dengan amplitudo 1-3 milimeter dan dominan 1 milimeter. Secara visual material abu vulkanik sudah tidak keluar secara terus menerus.

Begitu juga dengan suara gemuruh dan pantulan cahaya api imbas aktivitas erupsi juga mereda. Meskipun sesekali terlihat semburan abu vulkanik di puncak, namun intensitasnya kecil.

“Hari ini abu vulkanik yang keluar dari Gunung Raung terpantau tipis hingga sedang. Arah angin membawa abu ke timur dan timur laut. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 300-500 meter di atas puncak kawah,” jelas Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung, Mukijo, Minggu (14/2/2021).

PPGA Raung mencatat, semburan abu vulkanik saat ini hanya keluar sesekali saja. Abu hanya keluar dengan durasi waktu yang tidak bisa dipastikan. Begitu pula pantulan cahaya api dari asap tak nampak. Suara gemuruh pun juga tidak terdengar.

“Paling tidak setengah jam sekali. Suara gemuruh sudah tidak terdengar lagi. Begitu juga cahaya api sudah tidak tampak lagi sejak tadi malam,” ungkapnya.

Kondisi ini, kata Mukijo, bisa menggambarkan kondisi erupsi Gunung Raung secara keseluruhan sudah mereda.

“Cuma ya tetap kita pantau karena tremornya masih ada, sampai tadi pagi juga. Tinggi kepulan asap. masih 500 meter,” tegasnya.

Berbeda dengan yang terjadi pada 7-12 Februari 2021 lalu. Saat itu abu vulkanik keluar secara terus menerus. Abu bisa mencapai 2500 meter di atas puncak. Namun setelah tanggal 12 Februari, kondisi Raung menurun hingga saat ini. Meski demikian, status Gunung Raung masih waspada.

“Mudah-mudahan kondisinya segera pulih. Namun sampai saat ini status masih waspada. Jarak aman bagi masyarakat masih 2 kilometer dari atas puncak,” pungkasnya. [rin/but]

 



Apa Reaksi Anda?

Komentar