Peristiwa

Komunitas Mural di Bojonegoro Belum Terorganisir

Bojonegoro (beritajatim.com) – Komunitas mural di Kabupaten Bojonegoro sejauh ini belum terorganisir, baik secara wadah berekspresi maupun kelompok. Pelaku seni melukis pada media tembok yang berupa 3D dan grafiti/tulisan itu masih bergerak secara liar.

Seniman rupa dari Komunitas Garis Bebas, Eko Supriyanto mengatakan, selama dia berkiprah di dunia seni rupa, belum pernah menjumpai kelompok mural atau grafiti di Bojonegoro. Padahal, kelompok-kelompok seniman rupa di Bojonegoro sering menggelar pameran bersama.

“Kayaknya belum pernah dengar (komunitas mural di Bojonegoro), rata-rata mereka masih bergerak secara liar,” ujar seniman yang juga bergabung di kelompok Sang Rupa Bojonegoro, Rabu (24/7/2019).

Salah satu hasil karya pelaku mural yakni tembok pagar yang berada di timur perempatan Jalan Teuku Umar. Selain itu, juga di Jalan Dr Sutomo. Mural/grafiti tersebut digambar menggunakan cat semprot maupun cat kuas. Gambar-gambar tersebut dibiarkan.

Kasatpol PP Pemkab Bojonegoro, Arief Nanang S mengatakan, sejauh ini memang belum ada ruang ekspresi bagi pelaku seni rupa, khususnya bagi yang menekuni seni rupa jenis mural maupun grafiti. Beberapa mural dan grafiti yang tergambar di tembok sekitar jalan raya tersebut merupakan ulah orang yang tidak bertanggung jawab.

Sementara pagi tadi, aksi vandalisme terjadi di pagar gedung Pemkab Bojonegoro. Yakni, terlihat tentang pemerintahan yang disandingkan dengan tulisan alat kelamin pria dalam bahasa Jawa. Setelah tulisan itu, ada sebuah logo huruf A dalam lingkaran yang diduga merupakan logo dari gerakan Anarko Sindikalis.

“Identitas pelaku masih dalam proses penyelidikan. Semua barang bukti di lapangan kita teliti untuk mengungkap pelakunya,” ujar Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli. [lus/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar